Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, February 23, 2006

Tragedi Jamarat 2004(5)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setelah Sukses melakukan Lempar Jumrah yang pertama itu,
Bu Sri merasa berterimakasih kepada saya,
mungkin menurut dia, sebagai feeling ibu, dan aku ini koq seperti anaknya,
yang memperhatikan dia, ketika dia dalam keadaan sendiri pergi ibadah.
Jadi ceritanya Anak Ketemu Gede ;-)

Yah Bu.. Gak papa diangkat anak juga, anaknya sudah kerja dan tidak ngerepotin koq ;-D

Saya yang selalu bersamanya serasa saya ini anaknya,
sehingga setelah lempar jumrah itu, masih dilokasi itu,
kami semua menangis karena terharu melewati perjuangan yang berat
selama beberapa hari dan berhasil lempar jumrah dihari pertama.
Melewati saat-saat yang selalu mendebarkan, sebagai seorang jamaah wanita yang
berangkat sendiri tanpa keluarga. Keharuan selalu menyeruak diantara kami.

Kami saling berpelukan, semua jamaah saling mengucapkan selamat,
krn telah berhasil dan bahagia, terharu teraduk menjadi satu.

Kami berkumpul lagi dalam satu barisan, di absen, dan kami pulang ke Maktab,
Jaraknya Maktab ke Lokasi lempar jumrah itu lumayan jauh.
4 jam adalah waktu yang harus ditempuh untuk Lempar Jumrah dihari pertama.
Dimalam hari, namun keadaannya masih padat dan terus mengalir manusia dari manapun arahnya.

Perasaan kami berjalan dengan berlari,
kadang kalau berdesak-desakan,
hrs kuat pertahanan,
kalau tidak bisa jatuh.
Disamping itu harus mengontrol agar tidak terlepas dari rombongan
sehingga kita bisa bayangkan kira-kira berapa jarak perjalanan tsb.
ada kalau 7 Km Pulang Pergi.

Alhamdulillah kami bisa sampai di maktab, dini hari. Sekitar jam 12 Malam.
Kami masih melihat ibu istri dosen ITS itu sedih,
dan kami selalu bertanya-tanya dalam hati, belon pulang ?, belum ketemu?, kasihan yach...

Hari kedua lempar jumrah, kami lebih santai karena
sudah tahu jalan pergi dan sambil menghapal jalan pulang.
Dan waktu yang dibutuhkan tidak selama dihari pertama.
Hari ketiga lempar jumrah,
keadaan lokasi sudah mulai sepi,
banyak jamaah yang sudah kembali ke Mekkah untuk Thawaf dan Sa'i.

dihari itu, Ada kabar tentang bapak dosen ITS itu,
Sang Istri diundang untuk ke Rumah Sakit, untuk menyaksikan
Apakah betul, pasien yang ditunjukkan di RS nanti adalah suaminya ?
Duch...bagaimana perasaan sang istri...(*membuat kami tak tega*).

Ternyata dalam beberapa hari yang dinanti-nanti itu
sang suami berada di Rumah Sakit,
dan mungkin pihak rumah sakit tidak bisa menolong jiwanya, sehingga
ibu itu tidak diberitahu.

Kalau tidak salah, yang diberitahu dokter kloter atau dokter rombongan saja,
namun rahasia ini benar-benar dijaga agar tidak ada yang mengetahui demi
stabilitas mental, spiritual dan kelancaran ibadah haji para jamaah.

Duh Ibu Istri Dosen ITS tadi semoga diberikan ketabahan atas
tragedi yang menimpa sang suami tercinta.

Jadi... keluarga Dosen di ITS itu yang di Surabaya sudah diberitahu duluan
Bahkan diwawancarai oleh salah satu stasiun TV di Indonesia untuk di on-airkan.
kalau Bapak Dosen ITS tadi menjadi korban Tragedi Jamarah 2004.

Dan sang Istri tsb tidak diberitahu dulu agar
tidak kaget atau mungkin membiarkan feeling yang berjalan dengan sendiri
tentang keadaan suaminya,

dan disaat pemakaman ibu tsb diundang untuk menyaksikan.
Bapak Dosen tsb meninggal dalam keadaan terhormat,
disholati orang banyak di Masjidil Haram,
dan dimakamkan di komplek pemakaman Ma'la.

Semoga Amal ibadahnya diterima oleh Allah swt dan
Ibadah hajinya diterima sebagai haji yang Mabrur.

Walau belum selesai namun Allah swt telah memanggilnya
sebagai makhluk pilihan yang harus menghadap Kehadirat Ilahi saat itu.

Iya Betul, berangkat Sehat, bahkan Bapak Dosen ITS tsb hari-harinya selalu mendorong kereta
salah satu jamaah, yang memang sakit. Dalam satu rombongannya.

Namun yang dipanggil oleh Allah adalah yang sehat,
Dan Bapak yang sakit tsb, tetap bisa menjalankan ibadah hajinya
sampai dengan selesai dan kembali ke tanah air.

Note : Pada saat perjalanan haji saya di tahun 2004 yang lalu, Jamaah kombinatif
Namun yang sangat terkenang, Ternyata dirombongan banyak yang berprofesi sebagai Dosen.

ada Dosen ITS, ada Dosen Unair (banyak), ada Dosen Unesa, ada Dosen STIKOM, maupun Dosen
Univ Swasta yang lain.

YPJHI adalah Yayasan Persaudaraan Jamaah Haji Indonesia yang didirikan oleh
Dosen UNAIR (Alm. DR. H. KABAT) yang telah dipanggil oleh Allah swt setahun yang lalu,
saat ini diteruskan oleh putranya dr. H. Erik Kabat juga alumnus UNAIR dan
Ibu Hj. Soendari Kabat merupakan Dosen Unair Fak Hukum.

Semoga lebih banyak lagi rombongan dosen-dosen
yang bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci, sehingga bisa memberikan wawasan
yang sedikit namun dengan harapan sangat berarti
Semoga.

Kurang lebihnya, Mohon Maaf jika ada keterangan yang salah. E-Mail sambung menyambung ini
dimaksudkan agar tidak terlalu panjang.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home