Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, February 23, 2006

Tragedi Jamarat 2004(4)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ibu Sri memegang erat-erat tangan saya, jangan sampai lepas dan hilang yah nak.
Insya Allah...Bu...

Gak tahu kenapa yach, orang-orang kalau jalan itu koq ngebut-ngebut,
ngincik (*dalam bahasa jawa*) !!
terpaksa saya harus lari-lari mengejar agar tidak ketinggalan dari rombongan,
sambil menggandeng tangan bu Sri, terus berlari cepat.

Saya melihat keraguan, kegusaran, ketakutan juga menghinggapi jamaah yang lain,
ketika melewati Terowongan Mina, Perjalananan tambah kencang,
terkadang ada sepatu yang tidak sengaja
terinjak, tidak sengaja harus berhenti krn ada yang benda bawaan yang jatuh
dan rada gemetaran juga melewati terowongan itu
kali yang pertama.

Terowongan itu sangat panjang,
terowongan diantara bukit itu diberi udara buatan dari mesin-mesin pengatur udara berkekuatan tinggi.

Jadi ingat kisah Tragedi di Terowongan Mina beberapa tahun yang lalu,
duch tambah ngeri, wis pokoknya setiap ingat, ya selalu berdoa dan berharap perlindunganNya. Saja..

Itu kunci dalam perjalanan ibadah haji.

Sampai-sampai ada jamaah yang tanpa sadar, lari...lari pulang ke Maktab
karena tidak sanggup secara mental untuk melakukan lempar jumrah tsb,
dan menititipkan kepada orang kepercayaannya, untuk dilemparkan jumrahnya.

Sampai dengan 3 jam kami jalan, krn memang harus berhimpitan,
terkadang hati kami miris, krn lokasi yang sempit,
orang berjalan, berjubel, saling terhimpit.
Dan khawatir saling gencet krn tubrukan.

Bismillah...ya Allah..ampuni hambamu ini,
lindungilah kami ya Allah...dst.. segudang permohonan, dan anehnya
ketika kami membelah kerumunan tsb untuk berjalan,
ada celah dan selalu ada celah...Alhamdulillah...

Sampai dengan kami melempar jumrah yang pertama,
7 kerikil dan harus kena Ula,
7 kerikil harus kena Wusta dan
7 krikil harus kena Aqobah.

Batu-batu itu kami peroleh di Muzdalifah tadi malam.
21 kerikil berhasil dilempar dengan menerobos brigade tentara Arab Saudi
yang mengelilingi Lokasi Jumrah tsb,
Mereka menjaga lokasi pelemparan jumrah dengan maksud agar
jumlah jamaah yang berada disana tidak terlalu banyak.

Namun krn kami takut kehilangan rombongan,
dimalam hari yang gelap itu,
terpaksa kami menerobos pagar betis.

Dulu waktu kecil sering mainan seperti itu, ingat gak ?
Brigade Tentara tsb mengelilingi lokasi dengan tangan saling bergandengan dan melingkar,
lalu kami menelusup dari bawah.

Ndableg yo hehe.. kalo gak gitu kami yang cewe-cewe ini bisa hilang.
Kalau tidak cepat-cepat bertindak, dan mengambil keputusan,
bisa ilang gak ngerti dalan'e mulih pie ? dan segudang ketakutan yang lain.

Pada saat melempar jumrah, masing-masing ada do'anya sendiri-sendiri.
Karena kosentrasi yang pecah, doa yang tadinya sudah hapal jadi lupa ;-D.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home