Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, February 23, 2006

Tragedi Jamarat 2004(3)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ibu istri dosen ITS, itu datang dengan muka sembab,
diantar oleh petugas rumah sakit ke maktab.

Dia kehilangan suaminya.
Dia menangis terus dimaktab, membuat kami sangat terharu.
Sedikit cerita waktu berdesakan,
mereka jatuh, dan sang suami ditindihi orang banyak,
waktu itu dia masih ingat, dia juga ditindihi orang banyak, namun
kalau di Arab itu wanita adalah the first, sehingga
Alhamdulillah beliau bisa selamat mendapatkan prioritas untuk ditolong lebih dulu.

Denger bisik-bisik dari seorang teman, yang kebetulan dosen UNESA
(dengan logika sepertinya Bapak Dosen ITS itu meninggal,
kalau tidak meninggal, pasti sudah dikabarkan kesini).

Sampai dengan 2 hari 2 malam ibu itu tidak tidur,
terus bingung dengan keadaan suaminya.
Membuat kami yang ada dimaktab itu turut merasakan kepedihan yang dirasakan.

Setiap terjaga dari tidur,
saya selalu mencuri-curi untuk melihat keadaan ibu itu.
Sayangnya saya tidak begitu akrab dengan ibu itu karena memang beda Rombongan.
Saya Rombongan IV, beliau Rombongan II namun masih dalam satu Kloter yang sama
dan satu Yayasan KBIH.

Sehingga mau deketin juga bingung, mau ngomong apa yach,
tar malah salah.. Paling sesekali menghampiri dan bilang,
"Ibu sabar ya..." cuman itu, gak bisa berbuat banyak lagi ;-(

Tidak terasa waktu tiba...
Jadwal Kami berangkat lempar jumrah setelah Isya itu,
pikiran kami terus dibayangi oleh anggota rombongan kami yang belum pulang,
dan memikirkan lokasi disekitar lempar jumrah nanti.
Gambarannya waktu itu deg-deg-plas, takut, grogi dan hampir kehilangan nyali,
namun masih ada semangat dan harap akan perlindungan dari Allah swt.

Bismillahirrohmanirrohim, bagda Isya kami baris trus berangkat berombongan.
Menuju Lempar Jumrah.



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home