Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, February 23, 2006

Tragedi Jamarat 2004(2)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Perkemahan sebelah adalah perkemahan jamaah dari Sumatra, dimana 9 orang tidak kembali karena
ada tragedi di lokasi pelemparan jumrah. Konon katanya, sehabis subuh, mereka dipimpin oleh Karom
(Ketua Rombongan) langsung berangkat ke Jamarah untuk lempar Jumrah.

Waktu dhuha adalah waktu yang mustajabah untuk melakukan lempar jumrah, sebelum waktu dhuhur
dimana disunahkan untuk melakukan lempar jumrah seperti yang dilakukan oleh nabi kita.

Karena even "Waktu" itulah, maka orang-orang dengan histeria massa, dengan semangat (jalan sambil
berlari-lari) datang kesana, untuk melaksanakan ritual Lempar Jumrah, yang merupakan wajib untuk dilakukan
selama ibadah haji, setelah itu Thawaf dan Sa'i di Mekkah dan sah sebagai Haji.

Bisa jadi karena tuntunan tsb, atau segera menyegerakan agar tidak ada tanggungan lagi, atau bisa jadi supaya
cepat melepas pakaian ihram mereka bergegas melaksanakan Lempar Jumrah tsb.

Beberapa Jamaah YPJHI pada saat peristiwa tersebut, ada juga yang tidak menurut ketentuan yang telah diberikan
oleh pemerintah Arab Saudi. Ada 5 orang yang memang nyata-nyata pamit kepada keluarganya tanpa sepengetahuan penanggung jawab rombongan pergi melakukan ibadah Lempar Jumrah.

Mereka terdiri dari 4 orang pria dan 1 orang wanita.
1 orang yang memang sudah 2 kali naik haji, dan UMRAH sehingga sudah pengalaman
1 orang anggota polisi teman saya yang saya bilang orangnya terlalu nekat (*pada email sebelumnya*)
1 orang kakek, yang ikut-ikutan anggota polisi tsb, krn dikira sudah waktunya lempar jumrah
1 orang dosen ITS bersama Istri....

dan... setelah rame-rame diperkemahan sebelah itu, istri polisi yang memang lumayan dekat dengan saya, menangis.
karena teringat akan suami tercintanya, meski ndak bawa anak, mereka selalu memanggil papapa... mamama....
romance banget kan;-) nakalnya asti selalu menggodain ibu itu. Waktu dia sedih, mencoba juga untuk menghiburnya...
dengan hati yang dag-dig-dug plas..kami semua menanti ke 5 orang yang pergi tadi... berdoa mohon keselamatan.
sekitar Pukul 12, Pak Polisi itu tiba diMaktab, sendirian... dan beliau ditanggap orang banyak untuk cerita...
Kemana sang Kakek ?? Terpisah.... katanya...

duh terbayang pada kami semua.. Sang Kakek yang kebetulan namanya Pak Bas itu seorang yang sudah tua renta, tinggal kulit, badannya tidak ada dagingnya...
beberapa saat datang petugas rumah sakit, mengantar Pak Bas, tentu dengan pakaian yang lusuh, serta kulit punggung ada yang mengelupas, namun ketika beliau ditanggap, tidak ada satupatahkatapun yang keluar, katanya masih trauma.
Alhamdulillah selamat.. ceritanya baru keluar setelah satu tahun pulang dari ibadah haji.
Beliau baru bisa cerita itupun diwakilkan ke orang lain, ketika kami mengadakan Silaturohmi Haji beberapa waktu lalu.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home