Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, February 23, 2006

Tragedi Jamarat 2004(1)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tersenyum, bergembira, tidak pernah sedih, lincah dan selalu ceria...
begitu menurut teman-teman saya satu kelompok yang senantiasa bersama saya.
Yah mungkin karena berangkat dengan tanpa beban, belum punya tanggungan (masih bujang)
sehingga bersuka ria menjalankan ibadah-ibadah yang mesti dilakukan.

Nduk...satu iki rajin, rajin belanja, rajin masak, pinter ngaji,
ora tau kesel, tapi nek wis mambu bantal cepet ilange hehe...
kadang saya dirasani begitu, dan yang dirasani denger....

Hayooo gak boleh ngerasani aku lo yah..
dan.. mereka bilang "Gak popo toh dik, ngerasanine apik koq"

meski ibu-ibu itu masih muda, yah sekitar selisih 10 tahun dengan saya, mereka manggil saya nduk...
Saya yang sering ditelpon dari tanah air, terlihat oleh mereka sebagai anak kesayangan yang selalu
diperhatikan oleh keluarga. Dan sesekali mereka menggoda saya karena mereka bilang, "hayo telpon
dari pacarnya yach.. wah seger banget nih pagi-pagi dapat vitamin"

Begitulah sehari-hari saya di Madinah dan Mekkah...
penuh kekeluargaan, bahkan Ibu istri pejabat yang satu ruangan dengan saya
menganggap saya sebagai anaknya..... Kenapa ?????

Tragedi Jamarat, membuat Ibu itu menganggap aku sebagai anak.

Ibu Sri... panggilan ibu itu, langsung memeluk saya ketika Jumrah dihari pertama
yang cukup mencekam, bagi kami telah terlampaui dengan lancar, sukses tanpa hambatan berarti.

Malam sebelum lempar jumrah itu, sebagaimana biasa yang sudah saya ceritakan diemail sebelumnya,
kami semua berkumpul di Muzdalifah.

Ibu Sri terlihat terhuyung-huyung, pusing..katanya...
barang bawaan yang lumayan berat, disamping itu desakan dari ribuan massa dan rebutan bis,
membuat Ibu Sri ini harus diprioritaskan untuk diangkut duluan untuk menuju ke Perkemahan Mina.

Saya terpisah dengan Ibu Sri, krn saya Alhamdulillah waktu itu dalam keadaan sehat, sehingga harus
menunggu jadwal yang sudah ditentukan bersama dengan bus yang telah disediakan.

Lalu akhirnya, kami bertemu lagi di perkemahan Mina. Kami menunggu pagi dengan istirahat sejenak
dikaplingan Mina. Setelah sholat subuh bersama/berjamaah, ada pengumuman kalau lempar jumrah
untuk Rombongan YPJHI dilaksanakan bagda Sholat Isya, wah..masih lama gumamku....

Setelah sholat subuh itu, ada yang masih tidur-tiduran, ada yang antre mandi, ada yang mbikin susu didapur,
dan beragam aktivitas lain menunggu ransum sarapan yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi...

Setelah sarapan, mendekati waktu dhuha terdengar teriakan Histeris di perkemahan sebelah....
dan yang menangis itu jumlahnya banyak, ada yang langsung pingsan. Lalu karena saya penasaran,
saya mengintip dari sela-sela bilik kemah saya, sambil bertanya-tanya "Ada apa yach...."



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home