Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Monday, January 09, 2006

Rangkaian Haji

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tadi sebelum berangkat kekantor, kudengar dari berita di TVRI tentang kondisi dan persiapan Wukuf.
Segera beranjak pergi kekantor seraya kuingat-ingat wukuf Januari 2004 yang lalu.
Duh.. udah dua tahun lamanya ya Allah, hamba menjadi tamu di negeriMu
Semoga ingatan ini masih allocated in memories ;-) Amien...

Saat saya membaca buku panduan haji, ataupun mengikuti manasik haji. Rupanya ritual haji itu sangat banyak sekali..
sehingga terkadang membuat saya menjadi bingung sendiri. Dan kurang hapal urutan2nya, udah dech Learning by doing aja, gitu waktu itu. Jadi seperti Air yang mengalir... (*semoga kekotoran hati tergelontor menuju hulu laut maaf adanya*).

dimulai dengan start tgl 7 Dzulhijjah (waktunya kira-kira uda 3 minggu di Arab)

Pada Tanggal 7 Dhulhijjah, kami semua Rombongan Haji yang sedang di Maktab (Penginapan Resmi)
diajak menuju lokasi haji, untuk pengenalan lokasi...

Ketika berangkat perasaan seneng banget,
karena kita mau dikasih tahu lokasi dimana Rangkaian haji berlangsung yaitu
di Wilayah Arafah - Mudzdalifah - Mina.

Ketika didalam bus kita berhati gembira, seraya Talbiyah....
sesampai di bukit Arafah tempat lempar jumrah suasana jadi berubah drastis, kenapa ???
Loh koq semua menangis, sesenggukan.... ada yang merangkul temannya karena tidak kuat..., kenapa ???
gak ngerti ya kenapa koq tiba-tiba jadi begini ????

hmmmm konon yang nangis itu bukan manusia-manusianya.... tapi..
roh, kalbu, ruhani kita, nyowoku rek... yang menangis tanpa henti...
karena bertemu dengan tanah dimana tempat Perjuangan-perjuangan berat bagi perjuangan Islam
dan juga bakal manusia yang pertama. (Bukit Jabal Rahmah).

Menyadari jati diri atas Undangan Allah swt dan sejenak melupakan dunia.

Kita dikasih tahu, padang Arafah yang mulai hijau dengan pohon yang subur yang ditanami pak Soekarno (Presiden pertama Indonesia), Jabal Rahmah (tempat ketemunya Adam - Hawa), gua Tsur, Gua Hiro (turunnya wahyu yang pertama) dan tempat lempar jumrah. Serta pemandangan perkemahan yang nantinya bakal kita tempati..

Pulang kePemondokan, kita saling menasehati, berdoa dengan khusuk, menjaga diri dari perbuatan dosa, selalu berbuat sesuatu untuk ketentraman orang lain, menghindari salah paham dan tersinggung dan harus meminta maaf atau memberi maaf.

Memulai Haji pada Hari Tarwiyah
1. Pada tanggal 8 Dzulhijjah atau hari Tarwiyah, bersiap-siap Ihram untuk Haji yaitu dengan mandi dan lain sebagainya seperti pada waktu siap-siap untuk Ihram Umrah.
2. Setelah semuanya dibereskan segera naik bus dan siap berangkat ke ARafah.
3. Setelah berada didalam bus, kemudian niat Ihram untuk Haji diteruskan membaca Talbiyah (Talbiyah Haji dibaca sejak selesai niat Ihram Haji sampai menjelang melontar Jumrah Aqobah).

Kegiatan di ARafah
1. Sesampai di Arafah, hendaklah mengatur kemah yang telah disediakan sesuai petunjuk kepala rombongan.
2. Pada malam hari Arafah in kita bermalam di Arafah, Shalat Magrib dan ISya, Qashar dan Jamaah pada malam itu kita berdzikir memohon dimudahkan oleh Allah pelaksanaan Ibadah Haji selanjutnya.
3. Pada tanggal 9 Dzhulhijjah, semua Jamaah hendaknya melakukan shalat subuh berjamaah di kemah masing-masing.
4. Menjelang waktu Dzhuhur seluruh jamaah sudah harus berada di kemah masing-masing untuk mengikuti dan mendengarkan Khutbah Wukuf, sholat Dhuhur dan Ashar jama' qashar taqdim dan berdoa memohon ampunan semoga ibadah haji kita beroleh Kemabruran.
5. Menjelang matahari terbenar, berkemas bersiap-siap meninggalkan Arafah. Dan setelah benar-benar matahari terbenam berangkat ke muzdalifah. Selama perjalanan dari Arafah menuju muzdalifah selalu membaca Talbiyah

Mabit di Muzdalifah dan Wukuf di Masyr'aril Haram
1. Sesampai di Muzdalifah bermalamlah disana (bermalam ditengah lapang, tanpa tenda hanya beralaskan tikar, alias semua jadi wong mbambung hehe). Tak peduli yang punya jabatan, atau rakyat jelata semua dilepas. Semua hanya manusia biasa yang menggunakan pakaian putih-putih dan mbambung ;-))) dingingnya .. wow jangan ditanya dech... dingin buanget.... senengnya.. jangan ditanya.. seneng banget gitu lo... dan sedihnya... jauh dari keluarga...jangan ditanya... semua udah senasib koq... sejenak lupakan dunia... gitu dech...
2. Selanjutnya meneruskan perjalanan ke Mina dan senantiasa membaca Talbiyah
Note :
Mabit / bermalam => Mobat-Mabit...(*ya hatinya, ya keadaannya, ya suasananya, kagaruan dech*)

Mabit di Mina
1. Pada tanggal 10 Dhulhijjah sesampai di Mina hendaknya mengatur tempat yang telah disediakan dengan petunjuk kepala rombongan, kepala regu dan beristirahan secukupnya.
2. Kemudian menuju tempat jumrah untuk melaksanakan lontar jumrah. Aqobah dilanjutkan dengan Tahalul Awwal dan Penyembelihan Hadyu.
3. Bagi yang kesehatannya memungkinkan selesai melontar jumrah Aqobah, Tahalul Awwal dapat langsung menuju Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah, Sa'i dan Thahalul Tsani asal sebeulm matahari terbenam harus sudah sampai kembali ke Mina.
4. Selanjutnya melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah Awwal dan 11-12 Dzulhijjah bagi yang Nafar Awwal dan 11-12-13 Dzulhijjah bagi yang Nafar Tsani.

Kembali ke Mekkah
1. Sesampai di Mekkah bersegeralah melaksanakan Thawaf Ifadah bagi mereka yang belum melaksanakannya.
2. Setelah Thawaf tujuh kali putaran, dilanjutkan dengan Sa'i di Bukit Shofa dan Marwah (skarang uda dibangun bagus diarea Masjidil Haram).
3. Berakhir selesai pelaksanaan haji dan Tahallul Tsani (cukur rambut).

Alhamdulillah.... lega dech.. perjuangan berat dan sudah sah menjadi Haji

foto-foto yang sempat diabadikan
1. Diperkemahan Wukuf di padang Arafah











2. Bukit Jabal Rahmah










3. Kawasan Muzdalifah




4. Bukit di Mina (ambil kerikil) buat lempar jumrah



5. Terowongan Mina
.

Ok.. Kurang lebihnya mohon maaf,
semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Amien..Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home