Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Wednesday, January 18, 2006

Mengatasi Perbedaan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sampaikanlah walau satu ayat!!
Sampaikanlah walau satu ayat!!

sepenggal lagu indah itu, dari mutiara hadist
saya dengar dari Lomba Da'i di TPI

mengingatkan kita bahwa kita harus selalu (continue) belajar dan menyampaikan...
Trus bagaimana cara menyampaikan sesuatu itu yang baik yach...bahkan indah dan adeeemm buanget gitu looo
hehe... pengen belajar dan belajar terus...

Karena itu kalo ada yang nanya-nanya kenapa sih Asti koq Haji-Haji dan Haji.. hehe..gapapa kt sedang latihan diskusi, ada tanya jawab, dengan senang hati..asti membuka pintu lebar-lebar....

Asti identik dengan Serial Haji berikut adalah keterangannya... JRENG..JRENG.... JRENG
dengan Latar belakang, tujuan serta batasan masalahnya adalah
wuii....kaya TA aja yach ;-))

Pada saat saya akan beribadah haji pada tahun 2004 lalu, artikel mengenai kisah-kisah perjalanan haji itu
masih minim sekali, saya juga tidak tahu banyak cerita-cerita disana (Mekkah Medinah),
walaupun (*maaf dan mohon ampun pada Allah swt, bahwa saya tidak bermaksud riya (*takut euy*)
keluarga Besar Ibu dan Bapak hampir semua HAJI, namun ya itu..saya tidak banyak mendapatkan info-info.

Mungkin karena dosen yah..
keingin tahuannya kepengennya banyak, dan penjelasan yang memuaskan.
Selama sebelum haji ini belum ada penjelasan yang bener2 real gitu low...hehe..
dan baru merasakan makna yang sebenarnya ketika menginjakkan kaki didepan Ka'bah

Sehingga mungkin saya berharap
penjelasan yang saya sampaikan bisa sedikit memberikan Gambaran.
Dan Insya Allah semoga menyenangkan hati bapak dan ibu sekalian...
seperti halnya, saya juga sangat senaaaangg sekali kalo membaca tentang perihal serial Haji
sebelum dan sampai saat ini.
Dan samasekali saya tidak bermaksud memaksa untuk membaca artikel saya ini low...
karena saya hanya menyalurkan hobby share of the world.
Dan segala sesuatunya saya kembalikan kepada Allah swt...
saya merasa senang dan tentram dengan share apa yang saya lakukan dan bisa menjadi obat.
Obat energi positif yang mengalir keseluruh penjuru aliran darah saya menuju otak, jantung dan terus mengalir sesuai dengan jalur, aliran pembuluh darah, apa yang sudah diprosedurkan oleh Allah swt...
rasanya sejuukkk sekali... percaya gak ?
Believe or Not ;-)))

~~~~~~ Mengatasi Perbedaan pada saat Ibadah Haji ~~~~~~~~
Pada saat beribadah haji, kadangkala kita juga menemukan perbedaan-perbedaan yang mungkin timbul pada saat
kita melihat tatacara orang lain dala beribadah, dari negara lain, bahkan dari sesama negeri ini.
Banyak hal...banyak sekali yang berbeda...

Misalnya... 3 aja yach...
- Muslimah dari Afrika kalo sholat kakinya terlihat, dia tidak mengenakan mukena tapi menggunakan baju yang berwarna-warni. Badannya berperawakan BESAR, Warna-warni itu sangat mencolok sekali, krn muslimah indonesia selalu menggunakan mukena dengan warna putih...
Yang saya maksud kakinya terlihat disini adalah bagian alas kaki kita yang bawah sendiri itu kan warnanya putih. Itukan wajib ditutup juga kalo sholat bagi muslimah. Tapi orang afrika ini terbuka, namun dikelir hitam atau merah (*bahan sebangsa daun pacar*)

- Pada saat perjalanan umroh, kita tidak diperkenankan untuk melepas penutup aurat, misalnya kaos kaki ditempat umum, khawatirnya kelihatan kaum laki-laki apalagi yang bukan muhrimnya. Walaupun Wudhu harus tetap dipake !!

- Pada saat umroh, tidak diperkenankan menggunakan masker (Penutup Hidung + Mulut untuk penahan angin, cuaca dan virus influensa).

Dengan adanya larangan dalam beribadah UMRAH tsb, ternyata ada jamaah yang menggunakan Masker
Kadang, kita melihat ada jamaah yang mengunakan masker, atau gak pake kaos kaki alias
melepas kaos kaki pada saat ambil wudhu, apakah yang bapak ibu lakukan dan katakan pada mereka ???

Apakah mereka ini melanggar ????
kalo kita tidak hati-hati dalam bersikap maka, kita gak sabar untuk segera
memberi tahu kepada mereka bahwa HAL ini adalah PELANGGARAN !!!!

mendengar kalimat MELANGGAR !! adalah hal yang sangat sensitif sekali dan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita
inginkan dan merusak nilai ibadah kita. (Naudzubillahimindzalik)

1. Bisa jadi karena mereka lupa (* lupa adalah masalah kodrati manusia *)
2. Namun bisa jadi tidak mendapatkan pengarahan sebelumnya, atau hal ini diperbolehkan oleh katakanlah gurunya...
Hayoo..siapa yang berani ngasih tahu kalo muslimah afrika itu melanggar ?? Anda bisa-bisa di HAJAR sama suaminya atau muhrim yang beserta mereka, mereka ini kompak-kompak buanget-nget..selalu berkelompok dan setia kawan.

Untuk poin pertama, mengatasi lupa, dan sadar kalo hal ini pelanggaran, biasanya mereka ikhlas membayar DAM (Denda), namun bagaimana dengan point kedua?? Crash ??

Kalo kita memberikan peringatan dengan mengatakan bu tidak boleh kalo... dst..harusnya...dst...
wah bisa-bisa menimbulkan pertikaian, dan syaitan adalah musuh yang nyata !!

Hal ini bisa merusak ibadah Haji, kemabruran Haji dan astaqfirullah ditanah suci tidak boleh eker-ekeran, padu, sedangkan kondisinya amat sangat memungkinkan. Trus...Trus... gimana dunk...

sekarang
Anda masih punya sifat pemarah ??
Anda masih sering Emosi ??

Mari mulai dari sekarang, kita belajar mengendalikan diri kita, segala kebenaran ada baiknya kita sampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa menyinggung perasaan apalagi gontok-gontokan, malu euy... apalagi sedang menghadap dan menjadi Tamu Allah swt koq.....malu sama malaikat yang jumlahnya ribuan bahkan mungkin lebih dari yang kita perkirakan, yang siap untuk menghantarkan setiap lantunan doa yang kita panjatkan atau segala tingkah laku, polah, tingkah kita
LANGSUNG dilaporkan ke atasan mereka yaitu Allah swt!!

Salah satu sifat penting dari orang-orang yang beriman adalah, terhadap apa pun yang terjadi, mereka selalu berkeseimbangan dan tidak berlebihan, dan tidak pernah meninggalkan kerendahan hati, pengendalian diri, dan tenggang rasa.

Tanggung jawab yang dirasakan oleh orang beriman harus mereka penuhi, memerintahkan mereka untuk bersikap baik terhadap sesama dan menghindari perpecahan.

Inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi dengan menjelaskan akhlaq agama kepada masyarakat

Dalam pemenuhan kewajiban ini, orang-orang beriman mengetahui bahwa kewajiban mereka hanyalah menyampaikan kebenaran dan menunjukkan kepada manusia jalan yang benar.

Dia tidak memaksa orang lain untuk percaya. Seperti yang telah diperintahkan Allah dengan kalimat,

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)," (al-Baqarah [2]: 256) manusia harus disadarkan tanpa keterpaksaan.
Allahlah yang membawa manusia ke jalan yang benar, dengan kata lain, yang menganugerahkan iman pada mereka.
Orang beriman hanyalah berusaha sekuat-kuatnya untuk menjadi alat demi mencapai hal itu.
"Bukanlah kewajibanmu, menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya...." (al-Baqarah [2]: 272)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mohon Maaf lahir dan Bathin pabila ada kalimat yang salah, Mohon diperbaiki yach...
- Copy right by astindonet @ 2005 -

0 Comments:

Post a Comment

<< Home