Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Wednesday, January 18, 2006

Kisah Selebriti

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Seringnya membaca salawat, salam, dan pujian-pujian dengan tulus ikhlas setidak-tidaknya seusai salat lima waktu yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, kadang dalam waktu yang singkat seseorang merasa dirinya kelimpahan taufiq, hidayah, kenikmatan, mimpi bahkan tanpa disadari merasa bertemu dan berdialog langsung dengan Rasulullah SAW. Ternyata hal itu dialami langsung oleh artis Hj. Astri Ivo, 37 ketika menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2000. Dan baru menyadari Nabi Muhammad SAW. telah wafat saat ia ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.
Pengalaman spiritual itu juga bermula karena kerinduan Astri Ivo kepada Nabi Muhammad SAW, setelah sejak kecil ia banyak membaca sejarah perjuangan Nabi dari menaklukkan orang-orang kafir musyrik di Makkah sampai hijrahnya ke Madinah serta kemenangan Muhammad dalam menegakkan Islam kembali di Makkah (fathu makkah). Tentu saja, sebagai seorang perempuan dan ibu, Astri Ivo tidak luput memperhatikan sejarah Rasulullah membangun sebuah keluarga bersama istri dan anak-anaknya dalam situasi perang melawan orang-orang kafir itu; di mana ketabahan, kesabaran, tegarnya Nabi dan kuatnya iman kepada Allah yang tidak tergoyahkan, menjadikan Astri Ivo semakin rindu melihat Nabi Muhammad dari dekat, yaitu dengan beribadah haji.Padahal waktu itu ibu tiga anak (Kevin 10 tahun, Astrio 6 tahun, dan Ridho 5 tahun) kelahiran Jakarta, 21 September 1964 itu baru mempunyai momongan ketiga berusia dua tahun (Ridho), dan memang sulit untuk meninggalkan sang buah hati yang masih sangat membutuhkan kasih sayang ibunya. Tapi suaminya (Daryola) bilang tidak masalah haji sendirian dan suami bisa mengurus anak-anak. Karuan saja Astri Ivo sejak mendaftar sudah manangis antara membayangkan beratnya meninggalkan keluarga dan kerinduannya kepada Rasulullah SAW.Ternyata sesampai di Madinah, lalu ziarah ke Masjid Nabawi, Roudloh, dan saat berada di Mudzalifah, Astri Ivo tanpa sadar merasa melihat dirinya berada di tengah-tengah para sahabat dan menyaksikan Nabi Muhammad SAW masih hidup dan berada di tengah-tengah jamaah haji serta mengajarkan akhlak agama pada para sahabat. Namun, kesaksiannya dalam melihat Nabi mengajarkan agama pada para sahabat tersebut diakui Astri tidak bisa digambarkan dengan apapun. “Yang pasti dalam penglihatanku beliau adalah Nabi Muhammad SAW, sehingga kerinduanku pada Nabi terwujud, dan baru menyadari Nabi Muhammad sudah wafat ketika berziarah ke makam Nabi,”tutur Astri Ivo pada Sufi di sela-sela diskusi “Haji Bersama Rasulullah SAW” yang diselenggarakan Pusat Informasi Thariqat Indonesia-Yayasan Mahasinul Akhlak di Jakarta (3/9/2003), bersama Mursyid Tarekat Akmaliyah KH. Hizbul Wathani. Kemahadahsyatan puncak spiritual yang dialami artis berpendidikan terakhir FHN (diploma) pada jurusan Manajemen Perusahaan di Universitas Berlin, Jerman itu juga dirasakannya ketika menginjakkan kaki di Makkatul Mukarromah. Begitu menyaksikan Ka’bah, puncak kenikmatan spiritual itu tak lagi bisa digambarkan dengan kata-kata. Yang dirasa Astri Ivo; kerinduannya kepada Allah dan Nabi Muhammad benar-benar merupakan sesuatu yang sempurna yang tidak pernah dialami sebelumnya. Kata Astri Ivo,“Pokoknya sangat dahsyat dan indah, bercampur antara kerinduan, kenikmatan spiritual, keagungan Allah, kemuliaan Nabi Muhammah SAW dan kebesaran Makkatul Mukarromah.”Kekagumannya terhadap kebesaran Ka’bah, juga ia rasakan saat menyaksikan jamaah ibadah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia, ternyata menggunakan pakaian yang sama putih, bahasa sama-sama bahasa Al-Quran dan satu gerak ke arah kiblat Ka’bah. Astri Ivo membayangkan situasi itu seperti pada Hari Kebangkitan Manusia dari Kubur. “Ibarat gladi resik di Padang Mahsyar. Dan pada dasarnya manusia adalah sama di hadapan Allah, yang membedakannya hanya takwanya,”katanya meyakinkan.Bukankah perasaan bisa melihat Nabi itu karena Anda berdarah Arab? “Tidak,”jawabnya. Karena ayahnya almarhum berasal dari Padang (Rusli Abdullah), dan ibunya (Ivo Nila Krisna) berasal dari Aceh. Ia juga mengaku tidak mengikuti tarekat tertentu. Setelah menyaksikan Nabi Muhammad Saw masih hidup tersebut membuatnya hanya makin tekun belajar agama seminggu empat (4) kali ke Ustadz Drs. H. Umay Maryunani Ja’far Shiddiq, SQ (alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran-PTIQ Jakarta,red), dll,. Dari belajar memahami Al-Quran dan hadis, salat, ibadah, perkawinan, waris, akhlak, hukum Islam, kehidupan dunia dan akhirat dan sebagainya dengan harapan hanya beraharap ridlo Allah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.Mantan artis cantik ini kini selalu tampil berkerudung nan anggun. Tidak lagi sibuk sebagai penyanyi maupun artis film. Melainkan lebih banyak menjadi moderator atau presenter dan menjadi pembicara masalah-masalah agama dan keluarga, masalah perempuan, kecantikan, busana muslim, dan sebagainya di Jakarta. Dan kini yang menjadi obsesinya adalah agar keluarganya seperti keluarga Rasulullah SAW. Apalagi di tengah-tengah kehidupan Jakarta yang penuh kemaksiatan saat ini, Astri Ivo mencoba untuk tetap konsisten pada ajaran Allah dan Rasul-Nya dengan akhlak mulia dan beramal saleh kepada sesama umat manusia. “Toh, implementasi dari ibadah haji itu sendiri sesungguhnya agar kita bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia serta berbuat amal saleh kepada sesama umat manusia. Apalagi masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan belum memahami ajaran agama secara baik dan benar, itulah sesungguhnya yang merupakan tantangan kita. Oleh sebab itu haji diwajibkan sekali, dan selebihnya kita harus berbuat banyak untuk umat manusia sebagai wujud nyata dari hablum minallah wahablum minannas,” ujar Astri Ivo yang mengakui komitmen beragama itu sangat positif bagi kehidupan keluarga dan anak-anaknya yang kini sudah menginjak remaja.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home