Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Wednesday, January 18, 2006

Entah Mengapa

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Entah Kenapa... (*kaya lagu iwan fals aja nih*)
tangan ini rasanya ga bisa berhenti untuk menulis tentang kisah perjalanan haji..
Mudah2an, tulisan saya ini bisa ditambahi atau mungkin kalau ada yang salah bisa
dikoreksi oleh temen2 yang lain ;-)

Insya Allah bisa menambah wacana kita semua.
Amien...

Ibadah Haji, senang, gembira, bersukaria.... merupakan gambaran perjalanan haji
yang saya lakukan pada saat itu.
Insya Allah diiringi rasa syukur, tawadhu serta khusuk semua apa yang ada didepan mata
dengan perlindungan Allah swt senantiasa terasa ringan walau berangkat tanpa sanak saudara.

Banyak sekali pengalaman yang bisa saya timba, dan rasanya tidak akan ada habisnya.
Saya ketemu banyak saudara muslim yang baru, dan sudah menganggap seperti keluarga sendiri.
Dan mereka jumlahnya banyak sekali.. Alhamdulillah

Udara Arab Saudi sangat nyaman, itu menurut saya...
Sejuk banget, ketika saya berada di Mekkah seperti saya berada di kawasan Bromo...
dan di Mekkah, ya sama seperti di Surabaya ini, rada naik dikit di Mojokerto atau di Pacet ya ;-)

Udara ini sangat bersahabat dengan saya, Alhamdulillah..

Ibadah Haji ibaratnya, kita itu harus lincah....
terutama lincah dalam bergaul, berkomunikasi dengan orang lain dan
lincah dalam hal kapling mengapling.

Kapling mengapling ?

kaplingan adalah suatu tempat, dimana kita merasa bisa nyaman disana, bisa beribadah dengan tenang
kalau dikendaraan, kita harus cepat dan Naik dengan sigap, supaya bisa melihat pemandangan.

Lain halnya kalau di pesawat terbang, kita sudah ditentukan tempat duduknya, namun karena keinginan
tahu yang cukup besar, saya dan teman saya dosen UNESA, itu malah jalan-jalan didalam pesawat terbang
katanya, Ayo.. ikut nyari temenku didepan ;-)
yach..maklumlah sama-sama dosen jadi gak isinan ;-) mudah2an gak malu-maluin, kesempatan koq...
bisa ngeliat suasana dipesawat itu, suasana orang-orang yang naik pesawat itu, (*yang mungkin
keheranan ngeliat kita hahaha... dikira nyari toilet gak bisa*).
Nyoba toilet dipesawat, pernah juga, kaya toilet di hotel.

Karena kebetulan dapat tempat duduk ditengah, wah gak bisa ngeliat pemandangan dunk...
"Bu... bu.... aq tukar tempat duduknya sebentar boleh ndak "
Oh.. boleh..boleh... (*dan udah dech... duduk dekat jendela pesawat, menikmati keindahan diatas awan, gak tahu
ketinggian berapa yach, kadang bumi terlihat hanya garis lurus... (*katanya itu sungai2 di Sumatra*),
pernah juga ngeliat pemandangan diketinggian yang sampai bumi gak keliatan. Hanya sekumpulan awan-awan saja.
Konon pesawat Boeng milik Arab Saudi, itu mesinnya sekelas Jet sehingga yach.. udah dech tinggi banget dan
teknologi penerbangan yang sudah canggih, bikin geleng-geleng kepala (*sih ingat banget*)

Pada saat kita berangkat ibadah haji, kalau yang saya ceritakan ini dengan KBIH,
kita akan mencari kaplingan (tempat tinggal) sbb :
1. Naik Bus dari Alfalah ke Penginapan Sukolilo
2. Cari Tempat tidur yang dari Kamar yang disediakan di Sukolilo
3. Naik Bus dari Sukolilo ke Bandara
4. Nyari tempat duduk sesuai dengan karcis di pesawat
5. Nyari ruangan kamar dan tempat tidur yang tepat di Maktab Madinah
6. Nyari posisi sholat yang benar untuk arbain
7. Naik Turun dan ganti-ganti bus (*wah enak kalau suami istri, pasti uda dikaplingkan suaminya hehe*)
8. Nyari ruangan kamar di Maktab Mekkah (*kita dikasih kunci suruh milih kamar sendiri, wow asyik.. hotelnya baru*)
9. Nyari lokasi yang pas ketika sholat di Masjidil Haram & Nabawi
10. Nyari lokasi yang strategis dikala berada didalam Tenda (Arafah)
11. Pindah lagi ke Muzdalifah, naik turun bus
12. Pindah lagi ke Mina, naik turun bus
13. Hayooo lempar jumrah, cari lokasi... ngapling yang bener, apalagi dihari pertama dag...dig...dug...der......
14. Saat ziarah dan mengunjungi tempat2 bersejarah bagi perkembangan Islam, kita tetap harus mencari kaplingan

Mencari kaplingan, baik mencari kamar, mencari tempat sholat, mencari bangku di bis dan pesawat, atau mencari kaplingan untuk bisa mendapatkan jatah dari ransum, merupakan suatu yang harus diiringi oleh toleransi yang tinggi dan pandai dalam berkomunikasi serta santun terhadap yang lain. Kalau tidak gitu, tukaran wah.. bisa mengurangi nilai haji itu sendiri...

Salah Kapling, Boleh... sekali-sekali coba cari kaplingan dekat dengan orang Turki....
Wow.. mereka cantek-cantek.. berwajah Eropa namun berhati religi Arab. Emang orang Jazirah Arab euy...

atau coba di kaplingan orang India, gak papa.... malah dikasih sepotong kue, kurma, gelang dan Tasbeh...

kalau teman saya nyoba ke kaplingan orang Turki, dikasih soft drink...

Asyik koq.. mereka bersahabat, cuma kadang kita yang takut, ke kaplingan orang Afrika yang item-item itu ?
pernah juga

Bagaimana cara ngaplingnya, kebetulan wkt itu rombongan saya single fighter semua...
1 orang gadis yang belon nikah... (*siapa nie*)
1 orang ibu dokter gigi RSI (married)
1 orang dosen UNESA lulusan S3 (married)
1 orang ibu pejabat Militer AU

perempuan semua ??? Iya satu kamar, terdiri dari perempuan semua, Suami Istri juga terpisah..

Rombongan yang laki-laki juga banyak... tapi tidak sebanyak wanita
sudah jadi bapak saya saja semua waktu itu di Rombongan ;-)
Siap membantu, walau tidak pernah menyuruhnya.. (*tar lain kali aq ceritakan*)

Alhamdulillah 4 orang itu cukup kompak, walaupun terpisah, waktu kapling-mengapling.. loh..koq bisa ngumpul lagi
hehe..............
Iki..gawe koncoku....
jadi sudah mempersiapkan space buat temen2 itu...

Bagaimana dengan yang suami istri...
karena waktu kapling mengapling ini, terkadang suami istri harus dipisah...
yah itu tadi, memang harus grapyak.. itu kuncinya....
Sehingga kita tetap bisa enjoy dalam melakukan ibadah haji, tanpa ganjalan dan uneq-uneq.
Bisa menikmati Ibadah yang khusuk dan Ikhlas

Hikmah dari kapling mengapling, yang saya rasakan adalah..
Mungkin kalau di akherat nanti, kita harus ngapling2 juga yach..
ketika dipadang masyar, ketika di Syurga (*harapannya*), dimana disitu berkumpul beribu-ribu umat manusia
Allahualam bissawab
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home