Kisah Perjalanan Haji

Name:
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Smart

Thursday, September 07, 2006

Tadi Malam

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tadi malam...dengan nada ragu aku menyapa lelaki yang menggunakan kopyah itu.
Dia sedang kebingungan karena motornya terhalang oleh motor kami ditempat parkir
serambi masjid Al-Falah.
'Pak... YPJHI yach....'
lalu bapak itu menyahut 'Iya betul...'
'Bapak dulu jamaah tahun 2004 yach...'
iya...sahut bapak itu lagi...
Alhamdulillah berarti aku tidak salah orang....
-bersambung- blm selesai nulisnya
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Monday, July 03, 2006

Karena Jemuran

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Judulnya aneh yach;-)
Pada saat bermukim di maktab di kota Mekkah al Mukaromah.
Kami berkesempatan untuk tinggal di hotel yang sangat bagus sekali.
Hotel itu merupakan maktab kami, dan baru pertama kali ditempati,
karena merupakan bangunan baru.
Warna hotel dari luar, merah muda. Kamar mandi sangat eklusive.
Tempat tidur empuk, dengan busa dan selimut semuanya serba baru.
Kami berlima berada diruangan itu. Ruangan dengan AC 2 buah, serta
Penghuni disesuaikan dengan tempat tidur yang tersedia

Dua ruangan ada dapur satu.
Ruangan disebelah kami diisi oleh 9 orang.
Memang lumayan lebih besar sih, tapi antara kedua ruangan ini penduduknya
sangat akrab sekali. ke 9 orang tadi adalah ibu-ibu diatas 40 tahun - 60 an lebih.
dan yang seruangan dengan aku 30-50 tahun.
Ruangan disebelah kanan kami, ada sekitar 7 orang.
Mereka kebanyakan para bujangan wanita juga.

Singkat cerita, kalau di maktab itu jemuran ada di lantai 9.
Nah berdasarkan pengarahan yang kami dapatkan, wanita tidak boleh pergi
kemana-mana sendirian, termasuk ke jemuran. Harus didampingi oleh Mahromnya.
Lalu ibu-ibu tidak habis akal, dimanfaatkanlah setiap ruang yang ada disekitar hotel.

Dibalik kamar kami ada lobang udara. Maktab hotel tengahnya kotak kosong.
Mungkin agar angin dari cendela tidak terlalu pengap, karena kami ada dilantai 1,
maka tempat itu kami gunakan untuk memasang tali untuk jemuran.

Cara jemurnya gimana?
Lewat Jendela, dan ditarik-tarik pake kapstok gitu;-)

Suatu kali, saya juga ikut berjemur pakaian disitu. Dan ibu-ibu diruangan saya ikut titip.
Eh gak tahunya kami diomelin oleh penghuni di ruangan sebelah.
Gak ngerti apa kesalahan kami, akhirnya teman saya memberi saran, udah aja gak usah
jemur disitu, jemur didalam ruangan ini aja dik.... dan ya dech.. diambil aja...
mungkin penduduk ruang sebelah tidak suka kami ikut-ikutan jemur disitu.

Dan, setelah itu kami beres masak segera pergi ke masjid.
Gak tahunya setelah pulang ke Masjid, baju-baju yang dijemur dijemuran tadi pada kehujanan semua. Baju kami selamat, karena sudah dimasukkan.
Dan kami segera mengambil hikmah, dari peristiwa tersebut.

Yah mungkin mereka tidak kenal dengan kita, seperti kata pepatah.
Tak kenal maka tak sayang;-)

Harusnya kami disana semua adalah saudara, saling berbagi, saling share, saling memberi.
Karena semua adalah karunia Allah swt.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Monday, June 12, 2006

air zam-zam

Air Zam-zam adalah perantara..
bagi jiwa-jiwa yang pasrah dan tawakal kepada Allah swt
sehingga untuk minum air zam-zam ada do'a nya
dengan khusu' kita panjatkan do'a, dengan harapan penyakit kita disembuhkan oleh Allah dan
ditambahkan Ilmu yang bermanfaat dll..

“Hadits dari A’isyah, Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosululloh saw membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR. Muslim).

Cara Meminum air Zamzam atau air Asma :
Meminum air dengan niat untuk kebaikan dunia dan akhirat
Menghadap kiblat ketika hendak meminum
Membaca shalawat untuk Nabi saw
Membaca Basmalah
Membaca doa.
“Allahumma inni as-aluka ilman nafi’an warizqon wasi’an wasyifa’an min kulli da’in”
Tiga kali nafas ketika meminum
Minum sampai rasa haus hilang
Setelah minum kemudian air diusapkan pada kepala, muka dan dada tiga kali.

dilarang Sombong

Rasulullah Muhammad SAW memperingkatkan agar ummatnya tidak terperosok ke dalam sikap dan tingkah laku yang sombong atau takabbur. karena mereka yang berlaku demikian walaupun ujudnya tidak tampak dimata, namun jika ada terselip di lubuk hatinya, kata Rasulullah, dia tidak akan dapat masuk ke surga. Sabda Rasulullah SAW. : Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom (HR Bukhari Muslim)


Email buat teman2 waktu udah berangkat

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Teman-temanku Amanat
Mungkin ketika email ini terbaca
Asti sedang tidak berada di ruangan ini
Asti Pergi untuk tunaikan Panggilan dari Allah swt
Asti sangat berterimakasih atas ucapan dari teman-teman
Dan sambutan dari teman-teman semua

Bila ingat asti
Tolong do'akan Asti
Agar senantiasa mendapatkan hidayah dan lindungan Nya.
Bila ingat Asti
Lupakan kesalahan-kesalahan yang pernah asti lakukan
Agar tetap senantiasa tulus, putih dan bersih hati kita....

Asti hanyalah setitik debu
yang berusaha untuk tunduk dan patuh
terhadap perintaNya.
Teman, saat ini seepertinya Asti bermimpi
karena Asti tidak pernah menyangka
Asti diundang oleh Nya, dirumahNya, Baitullah...
dalam usia yang masih muda

Terimakasih Alhamdulillah Allahu Akbar
Terimakasih teman-teman
Atas Nasehat-Nasehatnya, atas Ucapan Selamat Jalannya...
Akan selalu saya ingat dan kenang....
(Sudah terekam di memori saya)
"Hati-hati yach dijalan....
Ibadah sing temen yo....
Disana hati-hati yach...
Tak dungakno Selamet yoo..
As...Insya Allah pulang ketemu lagi....
Semoga Menjadi haji Mabrur..."

iya..terimakasih...teman....ku....Sahabat-sahabatku....
Semoga Allah swt membalas kebaikan kalian semua.
Insya Allah Asti berdo'a juga untuk kalian semua
Do'a yang anda kirimkan melalui email sudah saya cetak ;-)
dan saya bawa kesana.........
Temanku....Antarkan aku
Dengan Do'a - Do'a mu.....ya....
Amien.....
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Waktu Pamitan ke Teman2

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Dengan kepasrahan dan ketundukan Jiwa..
Niat Suci akan Menjadi Tamu Allah swt
Memenuhi PanggilanMu Ya Allah...
Kutunaikan Rukun Islam yang ke 5

Ya Allah Illahi Robbi...
Aku ingin mendapatkan ridhoMu, aku ingin mendapatkan lindunganMu
Aku ingin Selalu mendapatkan HidayahMu, Aku ingin Selalu mendapatkan PetunjukMu
Amien.. Ya Robbal Alamien...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bapak dan Ibu yang dicintai Allah swt..
Asti & Keluarga Mengundang Bapak Ibu
Dalam Acara Tasyakuran Haji
Yang Insya Allah akan diselenggarakan pada hari Ahad
Tanggal, 4 Januari 2004
Jam 10 : 00 WIB
Alamat : Kedurus Dukuh II/14 B Surabaya
Telp : 031-7666842 / 0815 685 1730
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Insya Allah,
Asti berangkat dengan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) YPJHI (Yayasan Persaudaraan Jama'ah Haji Indonesia)
dengan Kloter 49, Berangkat dari Rumah menuju Masjid Alfalah pada hari Ahad tanggal 11 Januari 2004, Pukul 9:WIB dan diteruskan ke Asrama Haji Sukolilo, Bagda Ashar.
Mohon Do'a, atas keberangkatan kami Semua... Umat Islam Indonesia....menuju Tanah Suci Mekkah Al Mukharommah...
untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke 5
Semoga dikaruniai Kelancaran Lahir dan Bathin baik di tanah air maupun ditempat tujuan
dan do'akan kami Semua Umat Islam menjadi Haji dan Hajjah yang Mabrur
Amien.. ya Robbal Alamien...

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Monday, March 13, 2006

Harta ini untuk Siapa ?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berikut percakapan antara dua keponakan
P : Loh mobilnya kemana ?
K : Kulo sade paklik, isin kulo dereng ngulon !!!
P : oooo, yowis gak popo, mengko mulih tuku meneh sing apik...

Berikut cerita dari kawan
Punya uang cuma ini, mbangung griyo gak mari-mari
yo wis digawe ngulon sik ae...
Trus kulo dateng mriko berdo'a sing kathah, supados saget
mbangun nggriyo syukur-syukur, iso munggah kaji maneh...

Teman, dua percakapan diatas, beberapa saat setelah pulang haji
terealisasi, percakapan satu, pulang bisa beli mobil yang lebih bagus
percakapan dua, rumahnya jadi magrong-magrong, dan Alhamdulillah bisa
berangkat haji lagi...

Ada apa dengan Haji ? Apakah Bisa memperlancar Rizky ?
Mungkin teman-teman bisa share disini ..

Setelah pulang haji itu, saya punya paguyuban haji, tujuannya untuk memelihara haji Mabrur.
Dari acara itu, saya jadi tahu, ternyata teman-teman saya yang kala itu terkesan sederhana
dan low profile, ternyata orka-orka, dan rumah mereka magrong-magrong, mobil keluaran terbaru,
dan ternyata mereka banyak pejabat, yang memang uda waktunya harus haji,,,,

lah trus saya ?
Ya ini Nekat !!! kala itu
Rumah Gak PUnya, suami belon punya, bondo awak tok ta'iye...

pikirku, waktu itu ikhlas aja uang ini punya siapa sih ?
masa mau aku belikan rumah seperti teman-temanku kala itu ?
uang ini milik siapa ?
itu terus yang menghantui pikiranku...

sehingga aku pikir, gimana kalau untuk Allah swt dulu

yah mungkin dengan melihat teman-teman saya dalam paguyuban haji seperti itu,
saya jadi bersyukur mungkin saya secara finansial belum saatnya berangkat haji yach...
tapi Allah swt kenapa telah mendorongku dengan tekad yang kuat untuk bisa sampai sana.

Dan disana juga ketemu banyak temen-temen seperti aku..
yang juga belum punya apa-apa...
tapi ikhlas hartanya untuk menunaikan Rukun Islam yang ke 5 itu.
Semoga kelak bisa berangkat lagi dengan ILMU yang cukup untuk bisa
mempelajari serta meneladani perjuangan Islam secara kaffah.
Amien..

Percaya, mudah2an kita semua disini mampu dan ikhlas terhadap harta kita
Allah swt tidak butuh harta tsb, dan akan mengembalikan apa-apa yang telah kita belanjakan
disana, dianggap sebagai amal, shadaqoh kita, yang Insya Allah dikembalikan kepada kita lagi
dengan cara yang tanpa disangka-sangka arahnya.
Amien.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Thursday, February 23, 2006

Mudik

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berikut adalah percakapan antara dua insan yang baru pulang Mudik...

Saya nginepnya di seberang Misfalah Mall...

"Oh... yang disebelah kiri jalan itu yah, kalau dari Masjidil Haram"

Hemm.. (*sambil mengingat-ingat) Iya sih.....Iya betul...

"Yang deket orang jual tahu dan tempe itu bukan...

Iya..ya betull..... ada orang jual tempe dan tahu

Oh berapa harga Tempe dan Tahu, dulu 5 real

Iya betul 5 real, katanya dari dulu harganya segitu, kalau Tahu aja atau Tempe aja 3 Real

"Trus yang ada orang jualan baju-baju tidur made in china yang murah-murah dan bagus2 itu?"

Iya...iya Betul...., dulu nginepnya disitu juga yach ?

Enggak, saya kurang lurus, kira2 500 mt lagi deket pertigaan, Maktabnya baru warnanya merah muda

Oh yang deket pasar itu yach ?

Kayaknya iya.... Hmm berarti kalau ke Masjid lewat Wonokromo ya....

hehe.... maksudnya lewat Jembatan Layang, yang hampir sama dengan di Wonokromo....

Wah...koq masih sama yach... bahkan orang jualan sudah istilahnya ngapling disana terus sepanjang tahun hehe..
Udaranya, Iklimnya masih sama, bahkan harga buah2an, Sayur2an dan Lauk2an, Sama....
Suasananya sama, yang terkenal, Ayam Guling (*Karena masaknya diguling-guling*) seharga 5 real.
Roti Kurma 1 real, Susu Tea 1 real Sarapan kami sehari-hari...

Ayam lebih murah daripada Tempe dan Tahu...
Bahkan Ote-ote alias Bala-bala atau Bakwan itu 1 real...
kalau disini gorengan paling mahal 700, kalau disana paling murah 2500
padahal kalau dipikir sih, bahan2 disana juga murah2
seperti wortel, kubis bumbu2...
ya mungkin jadi sibuk aja,,, itu yang bikin mahal hehe...

Kalau di Indonesia Tempe Tahu 5 Real sudah mbokek-mbokek, gitu guyonan ibu-ibu
disini cuma seiris...
5 real = 2500 X 5 = 12.500, udah gitu koq ya gak bosen-bosen sih uda di Luar area masih nyari ;-)

tapi.. larisnya...
satu jam aja udah ludes...
mungkin, kesana bawa kedelai ama ragi
Bagi yang uda tahu jalannya sih, banyak cara menuju kaya, gitu kali yach...

Ikan Asin juga laris, apalagi sambel Terasi....
wah baunya bisa menyengat dan membuat Alarm Maktab menyala...
Alarm indikator kebakaran...karena tingkat asap yang ditimbulkan dan bau yang tidak normal.

eh gak tahunya, gara-gara ada yang goreng buat nyambel terasi ama ikan asin.
Ada ajah....

Wis..wis... tenanan koq...
membayangkan itu, yen tak pikir-pikir selalu membuat kangen...

Mungkin, tempat mudik orang Muslim sak ndonyo (*dunia*)
Kesana....Ke Mekkah Al Mukaromah...
Untuk Bersilaturohmi dengan Keluarga kita semua disana...
Mudik ayo Mudik.... seperti semangat ya..kalau pas mudik waktu lebaran
Masio kruntelan, masio larang-larang yo dilakoni.. demi...
Mudik...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tragedi Jamarat 2004(5)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setelah Sukses melakukan Lempar Jumrah yang pertama itu,
Bu Sri merasa berterimakasih kepada saya,
mungkin menurut dia, sebagai feeling ibu, dan aku ini koq seperti anaknya,
yang memperhatikan dia, ketika dia dalam keadaan sendiri pergi ibadah.
Jadi ceritanya Anak Ketemu Gede ;-)

Yah Bu.. Gak papa diangkat anak juga, anaknya sudah kerja dan tidak ngerepotin koq ;-D

Saya yang selalu bersamanya serasa saya ini anaknya,
sehingga setelah lempar jumrah itu, masih dilokasi itu,
kami semua menangis karena terharu melewati perjuangan yang berat
selama beberapa hari dan berhasil lempar jumrah dihari pertama.
Melewati saat-saat yang selalu mendebarkan, sebagai seorang jamaah wanita yang
berangkat sendiri tanpa keluarga. Keharuan selalu menyeruak diantara kami.

Kami saling berpelukan, semua jamaah saling mengucapkan selamat,
krn telah berhasil dan bahagia, terharu teraduk menjadi satu.

Kami berkumpul lagi dalam satu barisan, di absen, dan kami pulang ke Maktab,
Jaraknya Maktab ke Lokasi lempar jumrah itu lumayan jauh.
4 jam adalah waktu yang harus ditempuh untuk Lempar Jumrah dihari pertama.
Dimalam hari, namun keadaannya masih padat dan terus mengalir manusia dari manapun arahnya.

Perasaan kami berjalan dengan berlari,
kadang kalau berdesak-desakan,
hrs kuat pertahanan,
kalau tidak bisa jatuh.
Disamping itu harus mengontrol agar tidak terlepas dari rombongan
sehingga kita bisa bayangkan kira-kira berapa jarak perjalanan tsb.
ada kalau 7 Km Pulang Pergi.

Alhamdulillah kami bisa sampai di maktab, dini hari. Sekitar jam 12 Malam.
Kami masih melihat ibu istri dosen ITS itu sedih,
dan kami selalu bertanya-tanya dalam hati, belon pulang ?, belum ketemu?, kasihan yach...

Hari kedua lempar jumrah, kami lebih santai karena
sudah tahu jalan pergi dan sambil menghapal jalan pulang.
Dan waktu yang dibutuhkan tidak selama dihari pertama.
Hari ketiga lempar jumrah,
keadaan lokasi sudah mulai sepi,
banyak jamaah yang sudah kembali ke Mekkah untuk Thawaf dan Sa'i.

dihari itu, Ada kabar tentang bapak dosen ITS itu,
Sang Istri diundang untuk ke Rumah Sakit, untuk menyaksikan
Apakah betul, pasien yang ditunjukkan di RS nanti adalah suaminya ?
Duch...bagaimana perasaan sang istri...(*membuat kami tak tega*).

Ternyata dalam beberapa hari yang dinanti-nanti itu
sang suami berada di Rumah Sakit,
dan mungkin pihak rumah sakit tidak bisa menolong jiwanya, sehingga
ibu itu tidak diberitahu.

Kalau tidak salah, yang diberitahu dokter kloter atau dokter rombongan saja,
namun rahasia ini benar-benar dijaga agar tidak ada yang mengetahui demi
stabilitas mental, spiritual dan kelancaran ibadah haji para jamaah.

Duh Ibu Istri Dosen ITS tadi semoga diberikan ketabahan atas
tragedi yang menimpa sang suami tercinta.

Jadi... keluarga Dosen di ITS itu yang di Surabaya sudah diberitahu duluan
Bahkan diwawancarai oleh salah satu stasiun TV di Indonesia untuk di on-airkan.
kalau Bapak Dosen ITS tadi menjadi korban Tragedi Jamarah 2004.

Dan sang Istri tsb tidak diberitahu dulu agar
tidak kaget atau mungkin membiarkan feeling yang berjalan dengan sendiri
tentang keadaan suaminya,

dan disaat pemakaman ibu tsb diundang untuk menyaksikan.
Bapak Dosen tsb meninggal dalam keadaan terhormat,
disholati orang banyak di Masjidil Haram,
dan dimakamkan di komplek pemakaman Ma'la.

Semoga Amal ibadahnya diterima oleh Allah swt dan
Ibadah hajinya diterima sebagai haji yang Mabrur.

Walau belum selesai namun Allah swt telah memanggilnya
sebagai makhluk pilihan yang harus menghadap Kehadirat Ilahi saat itu.

Iya Betul, berangkat Sehat, bahkan Bapak Dosen ITS tsb hari-harinya selalu mendorong kereta
salah satu jamaah, yang memang sakit. Dalam satu rombongannya.

Namun yang dipanggil oleh Allah adalah yang sehat,
Dan Bapak yang sakit tsb, tetap bisa menjalankan ibadah hajinya
sampai dengan selesai dan kembali ke tanah air.

Note : Pada saat perjalanan haji saya di tahun 2004 yang lalu, Jamaah kombinatif
Namun yang sangat terkenang, Ternyata dirombongan banyak yang berprofesi sebagai Dosen.

ada Dosen ITS, ada Dosen Unair (banyak), ada Dosen Unesa, ada Dosen STIKOM, maupun Dosen
Univ Swasta yang lain.

YPJHI adalah Yayasan Persaudaraan Jamaah Haji Indonesia yang didirikan oleh
Dosen UNAIR (Alm. DR. H. KABAT) yang telah dipanggil oleh Allah swt setahun yang lalu,
saat ini diteruskan oleh putranya dr. H. Erik Kabat juga alumnus UNAIR dan
Ibu Hj. Soendari Kabat merupakan Dosen Unair Fak Hukum.

Semoga lebih banyak lagi rombongan dosen-dosen
yang bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci, sehingga bisa memberikan wawasan
yang sedikit namun dengan harapan sangat berarti
Semoga.

Kurang lebihnya, Mohon Maaf jika ada keterangan yang salah. E-Mail sambung menyambung ini
dimaksudkan agar tidak terlalu panjang.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tragedi Jamarat 2004(4)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ibu Sri memegang erat-erat tangan saya, jangan sampai lepas dan hilang yah nak.
Insya Allah...Bu...

Gak tahu kenapa yach, orang-orang kalau jalan itu koq ngebut-ngebut,
ngincik (*dalam bahasa jawa*) !!
terpaksa saya harus lari-lari mengejar agar tidak ketinggalan dari rombongan,
sambil menggandeng tangan bu Sri, terus berlari cepat.

Saya melihat keraguan, kegusaran, ketakutan juga menghinggapi jamaah yang lain,
ketika melewati Terowongan Mina, Perjalananan tambah kencang,
terkadang ada sepatu yang tidak sengaja
terinjak, tidak sengaja harus berhenti krn ada yang benda bawaan yang jatuh
dan rada gemetaran juga melewati terowongan itu
kali yang pertama.

Terowongan itu sangat panjang,
terowongan diantara bukit itu diberi udara buatan dari mesin-mesin pengatur udara berkekuatan tinggi.

Jadi ingat kisah Tragedi di Terowongan Mina beberapa tahun yang lalu,
duch tambah ngeri, wis pokoknya setiap ingat, ya selalu berdoa dan berharap perlindunganNya. Saja..

Itu kunci dalam perjalanan ibadah haji.

Sampai-sampai ada jamaah yang tanpa sadar, lari...lari pulang ke Maktab
karena tidak sanggup secara mental untuk melakukan lempar jumrah tsb,
dan menititipkan kepada orang kepercayaannya, untuk dilemparkan jumrahnya.

Sampai dengan 3 jam kami jalan, krn memang harus berhimpitan,
terkadang hati kami miris, krn lokasi yang sempit,
orang berjalan, berjubel, saling terhimpit.
Dan khawatir saling gencet krn tubrukan.

Bismillah...ya Allah..ampuni hambamu ini,
lindungilah kami ya Allah...dst.. segudang permohonan, dan anehnya
ketika kami membelah kerumunan tsb untuk berjalan,
ada celah dan selalu ada celah...Alhamdulillah...

Sampai dengan kami melempar jumrah yang pertama,
7 kerikil dan harus kena Ula,
7 kerikil harus kena Wusta dan
7 krikil harus kena Aqobah.

Batu-batu itu kami peroleh di Muzdalifah tadi malam.
21 kerikil berhasil dilempar dengan menerobos brigade tentara Arab Saudi
yang mengelilingi Lokasi Jumrah tsb,
Mereka menjaga lokasi pelemparan jumrah dengan maksud agar
jumlah jamaah yang berada disana tidak terlalu banyak.

Namun krn kami takut kehilangan rombongan,
dimalam hari yang gelap itu,
terpaksa kami menerobos pagar betis.

Dulu waktu kecil sering mainan seperti itu, ingat gak ?
Brigade Tentara tsb mengelilingi lokasi dengan tangan saling bergandengan dan melingkar,
lalu kami menelusup dari bawah.

Ndableg yo hehe.. kalo gak gitu kami yang cewe-cewe ini bisa hilang.
Kalau tidak cepat-cepat bertindak, dan mengambil keputusan,
bisa ilang gak ngerti dalan'e mulih pie ? dan segudang ketakutan yang lain.

Pada saat melempar jumrah, masing-masing ada do'anya sendiri-sendiri.
Karena kosentrasi yang pecah, doa yang tadinya sudah hapal jadi lupa ;-D.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tragedi Jamarat 2004(3)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ibu istri dosen ITS, itu datang dengan muka sembab,
diantar oleh petugas rumah sakit ke maktab.

Dia kehilangan suaminya.
Dia menangis terus dimaktab, membuat kami sangat terharu.
Sedikit cerita waktu berdesakan,
mereka jatuh, dan sang suami ditindihi orang banyak,
waktu itu dia masih ingat, dia juga ditindihi orang banyak, namun
kalau di Arab itu wanita adalah the first, sehingga
Alhamdulillah beliau bisa selamat mendapatkan prioritas untuk ditolong lebih dulu.

Denger bisik-bisik dari seorang teman, yang kebetulan dosen UNESA
(dengan logika sepertinya Bapak Dosen ITS itu meninggal,
kalau tidak meninggal, pasti sudah dikabarkan kesini).

Sampai dengan 2 hari 2 malam ibu itu tidak tidur,
terus bingung dengan keadaan suaminya.
Membuat kami yang ada dimaktab itu turut merasakan kepedihan yang dirasakan.

Setiap terjaga dari tidur,
saya selalu mencuri-curi untuk melihat keadaan ibu itu.
Sayangnya saya tidak begitu akrab dengan ibu itu karena memang beda Rombongan.
Saya Rombongan IV, beliau Rombongan II namun masih dalam satu Kloter yang sama
dan satu Yayasan KBIH.

Sehingga mau deketin juga bingung, mau ngomong apa yach,
tar malah salah.. Paling sesekali menghampiri dan bilang,
"Ibu sabar ya..." cuman itu, gak bisa berbuat banyak lagi ;-(

Tidak terasa waktu tiba...
Jadwal Kami berangkat lempar jumrah setelah Isya itu,
pikiran kami terus dibayangi oleh anggota rombongan kami yang belum pulang,
dan memikirkan lokasi disekitar lempar jumrah nanti.
Gambarannya waktu itu deg-deg-plas, takut, grogi dan hampir kehilangan nyali,
namun masih ada semangat dan harap akan perlindungan dari Allah swt.

Bismillahirrohmanirrohim, bagda Isya kami baris trus berangkat berombongan.
Menuju Lempar Jumrah.



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tragedi Jamarat 2004(2)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Perkemahan sebelah adalah perkemahan jamaah dari Sumatra, dimana 9 orang tidak kembali karena
ada tragedi di lokasi pelemparan jumrah. Konon katanya, sehabis subuh, mereka dipimpin oleh Karom
(Ketua Rombongan) langsung berangkat ke Jamarah untuk lempar Jumrah.

Waktu dhuha adalah waktu yang mustajabah untuk melakukan lempar jumrah, sebelum waktu dhuhur
dimana disunahkan untuk melakukan lempar jumrah seperti yang dilakukan oleh nabi kita.

Karena even "Waktu" itulah, maka orang-orang dengan histeria massa, dengan semangat (jalan sambil
berlari-lari) datang kesana, untuk melaksanakan ritual Lempar Jumrah, yang merupakan wajib untuk dilakukan
selama ibadah haji, setelah itu Thawaf dan Sa'i di Mekkah dan sah sebagai Haji.

Bisa jadi karena tuntunan tsb, atau segera menyegerakan agar tidak ada tanggungan lagi, atau bisa jadi supaya
cepat melepas pakaian ihram mereka bergegas melaksanakan Lempar Jumrah tsb.

Beberapa Jamaah YPJHI pada saat peristiwa tersebut, ada juga yang tidak menurut ketentuan yang telah diberikan
oleh pemerintah Arab Saudi. Ada 5 orang yang memang nyata-nyata pamit kepada keluarganya tanpa sepengetahuan penanggung jawab rombongan pergi melakukan ibadah Lempar Jumrah.

Mereka terdiri dari 4 orang pria dan 1 orang wanita.
1 orang yang memang sudah 2 kali naik haji, dan UMRAH sehingga sudah pengalaman
1 orang anggota polisi teman saya yang saya bilang orangnya terlalu nekat (*pada email sebelumnya*)
1 orang kakek, yang ikut-ikutan anggota polisi tsb, krn dikira sudah waktunya lempar jumrah
1 orang dosen ITS bersama Istri....

dan... setelah rame-rame diperkemahan sebelah itu, istri polisi yang memang lumayan dekat dengan saya, menangis.
karena teringat akan suami tercintanya, meski ndak bawa anak, mereka selalu memanggil papapa... mamama....
romance banget kan;-) nakalnya asti selalu menggodain ibu itu. Waktu dia sedih, mencoba juga untuk menghiburnya...
dengan hati yang dag-dig-dug plas..kami semua menanti ke 5 orang yang pergi tadi... berdoa mohon keselamatan.
sekitar Pukul 12, Pak Polisi itu tiba diMaktab, sendirian... dan beliau ditanggap orang banyak untuk cerita...
Kemana sang Kakek ?? Terpisah.... katanya...

duh terbayang pada kami semua.. Sang Kakek yang kebetulan namanya Pak Bas itu seorang yang sudah tua renta, tinggal kulit, badannya tidak ada dagingnya...
beberapa saat datang petugas rumah sakit, mengantar Pak Bas, tentu dengan pakaian yang lusuh, serta kulit punggung ada yang mengelupas, namun ketika beliau ditanggap, tidak ada satupatahkatapun yang keluar, katanya masih trauma.
Alhamdulillah selamat.. ceritanya baru keluar setelah satu tahun pulang dari ibadah haji.
Beliau baru bisa cerita itupun diwakilkan ke orang lain, ketika kami mengadakan Silaturohmi Haji beberapa waktu lalu.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tragedi Jamarat 2004(1)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tersenyum, bergembira, tidak pernah sedih, lincah dan selalu ceria...
begitu menurut teman-teman saya satu kelompok yang senantiasa bersama saya.
Yah mungkin karena berangkat dengan tanpa beban, belum punya tanggungan (masih bujang)
sehingga bersuka ria menjalankan ibadah-ibadah yang mesti dilakukan.

Nduk...satu iki rajin, rajin belanja, rajin masak, pinter ngaji,
ora tau kesel, tapi nek wis mambu bantal cepet ilange hehe...
kadang saya dirasani begitu, dan yang dirasani denger....

Hayooo gak boleh ngerasani aku lo yah..
dan.. mereka bilang "Gak popo toh dik, ngerasanine apik koq"

meski ibu-ibu itu masih muda, yah sekitar selisih 10 tahun dengan saya, mereka manggil saya nduk...
Saya yang sering ditelpon dari tanah air, terlihat oleh mereka sebagai anak kesayangan yang selalu
diperhatikan oleh keluarga. Dan sesekali mereka menggoda saya karena mereka bilang, "hayo telpon
dari pacarnya yach.. wah seger banget nih pagi-pagi dapat vitamin"

Begitulah sehari-hari saya di Madinah dan Mekkah...
penuh kekeluargaan, bahkan Ibu istri pejabat yang satu ruangan dengan saya
menganggap saya sebagai anaknya..... Kenapa ?????

Tragedi Jamarat, membuat Ibu itu menganggap aku sebagai anak.

Ibu Sri... panggilan ibu itu, langsung memeluk saya ketika Jumrah dihari pertama
yang cukup mencekam, bagi kami telah terlampaui dengan lancar, sukses tanpa hambatan berarti.

Malam sebelum lempar jumrah itu, sebagaimana biasa yang sudah saya ceritakan diemail sebelumnya,
kami semua berkumpul di Muzdalifah.

Ibu Sri terlihat terhuyung-huyung, pusing..katanya...
barang bawaan yang lumayan berat, disamping itu desakan dari ribuan massa dan rebutan bis,
membuat Ibu Sri ini harus diprioritaskan untuk diangkut duluan untuk menuju ke Perkemahan Mina.

Saya terpisah dengan Ibu Sri, krn saya Alhamdulillah waktu itu dalam keadaan sehat, sehingga harus
menunggu jadwal yang sudah ditentukan bersama dengan bus yang telah disediakan.

Lalu akhirnya, kami bertemu lagi di perkemahan Mina. Kami menunggu pagi dengan istirahat sejenak
dikaplingan Mina. Setelah sholat subuh bersama/berjamaah, ada pengumuman kalau lempar jumrah
untuk Rombongan YPJHI dilaksanakan bagda Sholat Isya, wah..masih lama gumamku....

Setelah sholat subuh itu, ada yang masih tidur-tiduran, ada yang antre mandi, ada yang mbikin susu didapur,
dan beragam aktivitas lain menunggu ransum sarapan yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi...

Setelah sarapan, mendekati waktu dhuha terdengar teriakan Histeris di perkemahan sebelah....
dan yang menangis itu jumlahnya banyak, ada yang langsung pingsan. Lalu karena saya penasaran,
saya mengintip dari sela-sela bilik kemah saya, sambil bertanya-tanya "Ada apa yach...."



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wednesday, January 18, 2006

Aisyah Adinda Kita

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

by : Bimbo

Aisyah adinda kita...
yang sopan dan jelita..
angka SMP dan SMA
Sembilan rata-rata

pandai mengarang dan organisasi
mulai muharam 1401
memakai jilbab, menutup rambutnya
busana muslimah amat pantasnya

Aisyah Adinda kita..
yang sopan dan Jelita
Index Prestasi tertinggi 3 tahun lamanya..

Calon insinyur dan bintang di kampus..
Bulan Muharam 1404
Tetap berjilbab
menutup rambutnya
busana muslimah amat pantasnya..

Aisyah Adinda kita
tidak banyak berkata
Aisyah Adinda kita
dia memberi contoh saja

Ada sepuluh aisyah
berbusana muslimah
Ada seratus aisyah
berbusana muslimah
Ada sejuta aisyah
berbusana muslimah
Ada sejuta aisyah
Aisyah adinda kita..

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Haji, Menuju Saleh Ritual Sosial

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh : Jamal Ma’mur Asmani

Haji adalah Rukun Islam yang terakhir. Ia berfungsi sebagai
pelengkap (komplementer) dari Rukun Islam yang lain. Hanya orang yang mampu fisik materi (istitho’ah) yang diwajibkan menunaikan ibadah ini. Karena itu, haji mempunyai nilai teramat mulia bagi eksistensi dan aktualisasi umat di tengah kompleksitas problem global.

Menjadi keharusan bagi umat Islam yang memenuhi panggilan Allah ke tanah suci Makkah-Madinah ini, untuk merenungkan esensi dan substansi haji di tengah simbolitas dan formalitas syarat-rukunnya. Diharapkan, dengan refleksi mendalam makna di balik itu, jamaah haji menemukan energi transformasi internal menuju terbentuknya kesalehan ritual dan sosial yang menjadi barometer kebahagiaan dunia akhirat.

Mayoritas umat ini masih terjebak dalam simbolitas syarat-rukun, tanpa mampu mengungkap makna substansial di balik itu. Maka, pasca haji tidak ada transformasi internal menuju dua kesalehan tadi. Kesalehan ritual dan sosial adalah dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kesalehan ritual mampu membuat orang menjadi saleh sosial dan saleh sosial muncul karena intensitasnya melakukan ritual.

Tidak ada aspek ritual-transendental yang lepas dari orientasi sosial. Dalam sebuah hadits disebutkan, ketika Nabi sedang khotbah di Masjid Nabawi mendapat interupsi dari malaikat Jibril yang memanjatkan tiga doa kehadirat Allah. Nabi yang mendengar doa itu mengamini sambil meneteskan air mata karena sedih. Ketiga doa itu adalah, "Ya Allah, jangan engkau terima puasa orang-orang yang senantiasa bertengkar antara suami istri", "Ya Allah, janganlah Engkau terima puasa mereka yang suka bertengkar di antara tetangga", "Ya Allah, janganlah Engkau terima puasa mereka yang memberi beban terlalu berat kepada karyawan atau pembantu rumah tangga selama bulan puasa" (Abu Su’ud, 2004). Ini adalah indikator, diterimanya ibadah ritual sangat terlihat dari interaksi sosialnya yang selalu dihiasi moralitas luhur.

Lalu, bagaimana dengan haji? tentu saja, nilai dan hikmahnya berlipat ganda dibanding yang lain. Oleh sebab itu, jamaah haji harus mengetahuinya. Salah satu caranya adalah mengungkap makna di balik syarat rukunnya.

Pertama, haji diawali dengan ihram berpakaian putih. Ini menandakan, agar jamaah haji selalu menekankan kesucian hati dan jiwa dari segala penyakit yang merusak, seperti dusta, iri dengki, mengadu domba, terlalu cinta dunia dan melupakan Tuhannya. Ihram juga menunjukkan egalitarianisme manusia di hadapan Tuhan. Manusia sama di depan Tuhannya. Hanya takwa yang mampu membersihkan hati dan jiwa yang mampu menaikkan harga diri dan martabatnya di hadapan Tuhan.

Kedua, thawaf menggambarkan kebersamaan, persaudaraan dan kesatuan kolektif. Sebaik apa pun sebuah umat, kalau tidak mampu menjaga rasa kebersamaan dan persaudaraan maka tidak akan pernah mengalami masa kejayaan. Konflik, intrik, dan egoisme sektoral hanya akan memperlemah kekuatan umat ini. Maka melalui thawaf, umat Islam belajar bagaimana pentingnya membina kerukunan, persaudaraan dan kebersamaan menuju masa depan yang dicita-citakan.

Ketiga, sa’i menggambarkan usaha yang terus menerus, tidak kenal lelah dan selalu optimis. Seberat apa pun rintangan dan halangan dihadapi dengan penuh kegigihan, kesabaran, keuletan dan kesungguhan untuk mencapai cita-cita luhur. Memaksimalkan ikhtiar dan selalu tawakal kepada Tuhan adalah cirri utama umat Islam.

Keempat, haji selalu diiringi gema takbir dan talbiah. Ini menunjukkan, umat Islam harus mampu menempatkan Tuhan di atas puncak kebesaran Nya. Ia kalahkan semua interes duniawi, seperti harta, wanita, jabatan, kekuasaan, popularitas, publisitas dll demi menggapai ridha Nya.

Kelima, haji selalu diakhiri dengan prosesi penyembelihan hewan kurban yang bertujuan menapaktilasi pengorbanan besar Nabi Ibrahim yang tega menyembelih putra tercintanya Ismail. Ini menandakan, jamaah haji harus membuang jauh-jauh sifat kebinatangan, seperti rakus, buas, serakah, memakan yang lemah, tidak mau diingatkan dan seenaknya sendiri.

Kelima nilai itu yang harus diresapi dan diaktualisasikan di tengah tantangan dunia modern saat ini. Di atas nilai itu kemabruran haji sangat bergantung. Dalam sebuah hadits, Nabi menjelaskan, indikator haji mabrur ada tiga. Thibul kalam (baik perkataannya), ith’amu al-tha’am (memberi makan) dan ifsyau al-salam (menyebarkan kedamaian).

Dimaksud baik perkataannya adalah mempunyai moralitas dan mentalitas luhur, jujur, amanah, sopan santun dan penuh kerendahdirian (tawadhu) di hadapan Allah maupun sesama manusia. Dimaksud memberi makan adalah mempunyai kepedulian tinggi terhadap persoalan rakyat kecil dengan berjuang memberantas kemiskinan, kelaparan, kebodohan, keterbelakangan, penindasan, kesewenang-wenangan, kezaliman dll. Dimaksud menyebarkan kedamaian adalah berjuang menegakkan perdamaian, persaudaraan, keadilan, persamaan dan kebahagiaan dari orang atau institusi yang tirani, anarkis dan feodal.

Sebagai seorang pimpinan, kemabruran haji dapat dilihat dari hilangnya sifat-sifat primordialisme, eksklusifisme, neofeodalisme, dan nepotisme. Ia akan lebih all out berjuang untuk kesejahteraan rakyatnya sesuai sabda Nabi: "Tasharruful imam ala al-raiyyah manuthun bi al-maslahah" (Kebijakan seorang pemimpin disesuaikan dengan kemaslahatan). Ia akan berusaha menjadi pelayan rakyat (khodimul qoum), bukan sebaliknya, menjadi majikan rakyat (sayyidul qoum).

Pengusaha dan mereka yang diberi kelebihan rizki Allah akan semakin dermawan dalam memberikan beasiswa kepada anak didik yang membutuhkan, memberi santunan yatim piatu, anak terlantar dan mereka yang dalam kondisi miskin dan lapar. Pendidik akan semakin ikhlas mengabdikan ilmunya untuk kecerdasan dan keluhuran moral anak didiknya. Ia akan berusaha memberikan yang terbaik agar tumbuh kader bangsa berkualitas yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini.

Mereka akan berusaha menjadi teladan yang baik (uswah hasanah) bagi sesama baik dalam hal ibadah ritual (bertambah khusyu’, rajin dan istiqamah), maupun sosial (semakin jujur, amanah, dermawan dan suka menolong sesama).

Haji yang mampu mentransformasi pribadi menjadi insan shalih dan akram seperti ini yang dinamakan Haji Mabrur, yang dalam hadits Nabi dijanjikan dengan surga. Wa al-Hajju al-Mabruru Laisa Lahu al-Jazau illa al-Jannah (haji mabrur tidak ada balasan yang pantas kecuali surga). Sebaliknya, haji yang hanya bertendensi isqatul fardli (biar gugur kewajiban) atau malah ada pretensi dan ambisi duniawi (popularitas, nama besar dan status sosial lainnya), tidak begitu banyak manfaatnya. Karena ia mereduksi haji hanya ritualitas tanpa menemukan makna reflektif-transformatif sosialnya.

Staf pengajar Matholi’ul Falah Kajen Pati, tinggal di Pati
e-mail: jamal_aqobah@yahoo.com

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

GPS (Global Positioning System)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sehingga tergelitik hati untuk mengirimkan artikel ini untuk temen2...
*artikelnya ada dibawah ini*)

Sebagaimana kita ketahui bahwa kejadian orang terpisah dengan keluarga selama menunaikan ibadah haji, kesasar tidak tahu jalan pulang menuju maktab, merupakan kebingungan yang menjadi salah satu masalah yang hampir selalu mewarnai 'adegan' cobaan bagi jamaah haji.

Kenapa saya katakan 'adegan',
Ibadah Haji, dimana orang seluruh dunia berkumpul (*tentu kita bisa bayangkan*), betapa Mekkah al Mukaromah yang
luasnya tidak sberapa itu BISA menampung orang sedunia. Orang begitu menyemut dan sangat padat sekali...

adegan 1
Kehilangan teman, kehilangan keluarga, suami terpisah dari Istri... merupakan cobaan ruhani tersendiri...
ada kalanya, setelah terpisah.. sang keluarga mencari sampai larut malam, sampai sedih, menangis, membayangkan
kalau terjadi apa-apa dst.. resah, gelisah... sampai putus asa,

tidak ketemu akhirnya pulang... nyampai dipenginapan...Loh..
ternyata yang dicari udah tidur... lalu, salah satu tidak terima
bertengkar....saling menyalahkan...(*kembali akhlaqul kharimah diuji*)

adegan 2
ada yang salah ucap, lalu ketika sedikit bertengkar, lalu ketika menoleh, istri atau suami yang berjalan disebelahnya, tiba-tiba tidak ada. Saling mencari, saling bingung, saling resah... menangis... (*menangisi kesalahannya, telah sedikit bertengkar*)

adegan 3
kadang mungkin orang tidak terasa, salah ucap, "gampang..jalan pulang kan dekat..." namun tiba-tiba, dia kebingungan menentukan arah pulang, mungkin disebabkan karena ada sedikit kesombongan. Harusnya bilang Insya Allah.. saya tahu jalan pulang, gitu kali yach..

dari tiga adegan yang saya ceritakan diatas, mungkin masih banyak lagi 'adegan' yang, dari orang yang melihat, mendengar
ikut mengambil manfaat/hikmah terselubung, lewat adegan-adegan yang mendebarkan..selama beribadah haji...
dan pasti ada itu, untuk itu kuncinya adalah selalu dzikir, tasbih, tahmid, do'a, istiqfar dan selalu mengingat KeMahaBesaran Allah swt...

Untuk itu, baguslah kalau diciptakan alat canggih dengan menggunakan Global Positioning System (GPS)...

Apakah dengan adanya alat canggih yang disebut dengan GPS itu, adegan diatas bisa diminimalisasi ?
Allahualam bissawab, Allah .... Allah memang Maha Besar menjawab itu semua
Skenario Allah swt sangat luar biasa, mari kita berdo'a agar Allah swt selalu memberikan skenario yang terbaik buat kita semua, Amien.....

JEMAAH HAJI AKAN DILENGKAPI DENGAN GELANG MAGNETIK AGAR TIDAK TERSESAT DI TANAH
Jeddah--RRI-Online, Untuk mengatasi banyaknya jemaah haji yang hilang karena tersesat termasuk yang overstay, pemerintah kerajaan Arab Saudi tengah mengusulkan pembuatan gelang magnetik yang bisa memantau keberadaan jemaah haji dengan memanfaatkan teknologi pantauan satelit.

`Kartu dan gelang magnetik tersebut akan didisain untuk jemaah haji yang buta huruf dan akan memudahkan petugas haji untuk mengembalikan mereka ke tempat asal mereka jika mereka hilang,` ujar Diretur Urusan Haji Zakaria Anshar di Jeddah, Kamis (24/11).

Pemerintah Saudi Arabia melakukan ini dengan tujuan untuk memudahkan proses identifikasi terhadap jamaah haji yang hilang karena tersesat selain pembenahan dalam tata aturan yang sudah dipersiapkan oleh negara ini di Mina maupun di Masjidil Haram, Mekah.

Jemaah haji yang sering hilang selama ini karena terpisah dari grupnya dan tak tahu cara kembali ke tempat semula. Dengan cara pemanfaatan teknologi canggih ini diharapkan persoalan tersebut bisa teratasi.

Kartu magnetik itu nantinya bisa dipantau melalui satelit dengan system Global Positioning System (GPS) yang langsung bisa menemukan jemaah yang hilang dalam waktu singkat. `Kontrolnya cukup dalam satu ruangan,` katanya.

Gelang magnetik akan dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan hanya diberikan kepada setiap jemaah haji luar negeri.

Dengan gelang itu nantinya setiap jemaah akan terkontrol dan diketahui namanya, asalnya, negaranya, nama pelayanannya selama di Mekah, Madinah dan tempat suci lainnya.

`Kalau ada yang hilang, petugas akan mudah mengenalinya dan mengembalikan ke tempat asalnya, atau ketika terjadi kecelakaan, petugas akan mudah melakukan identifikasi,` ujarnya.

Selain itu, gelang magnetik ini juga tidak hancur apabila kena air atau sabun sewaktu para jamaah mandi dan sebagainya

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga Menjadi Haji Mabrur

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Akhir Ramadhan (*periode Awal OPSPEK*)
merupakan awal dari latihan secara fisik terhadap Uji Keimanan kita sebagai MUSLIM.

Syawal, Saling bermaaf-maafan (*harus tulus loh yach*) 'n gak boleh membuat kesalahan yang baru lagi.
Konon orang yang mudah mengucapkan maaf, adalah orang yang tanpa pikir panjang membuat kesalahan.
Kan Ada kalimat Maaf ? Duch gampang banget (*dodol*).
Semoga tidak ada disini dech... si Dodol ini ;-)))

Kosong-Kosong (*begitu katanya*)
bersih, murni, seperti bayi yang baru lahir (*amien*)

setelah itu, maka periode persiapan untuk menunaikan Ibadah Haji, mulai digelar...

Merupakan tahapan OPSPEK yang ke II, untuk Uji Keimanan

saat ini sudah siap-siap bagi mereka yang mendapat panggilan dari Allah sebagai TAMU UndanganNya.

Selamat dan Rasa Syukur yang tiada henti (*mendengarpun ikut berbahagia dan membuat kepengen*).

Konon katanya kalau bukan karena campur tangan Allah swt, maka kekayaan yang berlimpah ruah
tidak akan membuat hati tertarik untuk segera menunaikan Rukun Islam yang ke 5 ini.
apakah pendapat ini Betul ? Kalau Betul, Mari kita berdo'a.... berdo'a dan berdo'a terus...

Saat ini sudah mulai kita dengar, Rekan-Sanak Saudara-Famili-Tetangga-Relasi,

Si A mau berangkat haji, Si B juga *duh...Alhamdulillah...*
Semoga menjadi Haji yang Mabrur, Amien
Mari kita mendo'akan keselamatan mereka, bersama dan semua
agar tidak pernah terjadi kejadian yang diluar dugaan (*seperti yang sudah-sudah*).

Sudahkah Anda merencanakan melaksanakan Ibadah Haji ?
Kapan Target tercapai ? (*loh pake target yach ....*)
Allahualam bissawab, Saya dulu tidak pake Target. Atau mungkin bisa jadi dengan adanya
Target ini kita menjadi semangat untuk tahu KAPAN realisasinya.. dan tentu tidak terlepas
dengan Do'a...

Semoga Langkahmu diiringi oleh RahmatNya, di Berkahi oleh Allah swt...
Bersyukur padaMu Ya Allah... Alhamdulillah....

Jika sudah ada niat, tidak ada salahnya kita buka ONH...
sebulan, nabung 100 ribu... atau dikit-dikit semampu kita...
dan niat kita akan dicatat oleh para Malaikat dan Pasukan Allah..
Amien...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Penjaja Kue itu

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Publikasi: 11/05/2005 09:31 WIB
eramuslim - Satu kenangan spesial yang tidak pernah dilupakan oleh salah seorang rekan saya asal Trenggalek, ketika berkunjung ke tempat saya beberapa tahun lalu, adalah suara seorang penjaja kue. Dua hari selama tamu saya ada di rumah, dua kali itu pula dia mendengarnya: "Jajaaannnn…… Jajaaaannnnnn……"

Entah berapa tahun sudah suara pedagang ini 'berkumandang', berkeliling setiap hari di perkampungan kami. Khas sekali suaranya. Perempuan itu dikenal masyarakat sebagai penjual jajan keliling. Satu keranjang kecil, ditaruh di atas kepalanya, piawai sekali. Mengenakan pakaian khas Jawa sederhana dengan kepala dililit kerudung, tiada sore terlewatkan tanpa kehadiran suara pedagang ini. Hujan pun bukan penghalang baginya. Pisang goreng misalnya, salah satu jajanan yang ditawarkan, menjadi favorit kami.

Sesekali, secara bergantian tangan kanan dan kirinya menahan keranjangnya, agar tidak jatuh. Menyusuri lorong-lorong perkampungan kecil, menghampiri rumah demi rumah pelanggan yang biasa membutuhkan snack sore, menemani minuman teh mereka. Aroma aneka jajanan yang ditawarkan, membuat orang tidak pernah melewatkan. Lepas sholat ashar, tanpa diundang, kue-kue hangat ini ibarat free delivery. Sang pedagang sepertinya sudah memiliki jadwal paten siapa gilirannya dan jam berapa mendapatkannya.

"Mbak Tin penjual kue", begitu kami memanggilnya. Dia telusuri hari-harinya, bersaing dengan pedagang-pedagang keliling lainnya. Ada yang menjajakan bakso, nasi goreng, rujak, bakpao, pangsit mie, soto ayam, dan pedagang lain yang menarik gerobak. Berbeda dengan Mbak Tin, pedagang-pedagang keliling ini rata-rata berasal dari luar perkampungan kami.

Mbak Tin tinggal di gubug reyot di pojokan kampung kami. Saya yakin, kalaupun pemerintah kota mengetahuinya di pinggir jalan, gubug ini jadi salah satu prioritas penggusuran karena 'mengganggu' pemandangan. Mbak Tin tinggal bersama seorang anak laki-lakinya. Adalah di luar pengetahuan saya tentang kapan dia ditinggal pergi oleh sang suami. Sejak tinggal di gubug tersebut, hanya mereka berdua yang kelihatan.

Alhamdulillah dagangannya selalu laris. Sebelum adzan maghrib tiba, ia sudah kembali ke rumahnya.

"Mbak Tin...!" teriakku sore itu sekitar jam empat tiga puluh. Dia pun menoleh, mencari tahu dari mana arah suara tadi.

"Masih ada pisang gorengnya, Mbak?" tanyaku, kepada orang yang usia sebenarnya tidak terpaut jauh dengan Ibuku. Tapi karena orang-orang semua memanggilnya Mbak Tin; jangankan saya, anak-anak TK saja memanggilnya dengan sebutan 'Mbak'.

"Maaf Mas, sudah habis. Singkong gorengnya masih!" tawarnya.

"Iya deh!" jawabku.

Mbak Tin terkenal ramah. Orang-orang senang sekali kepadanya. Terkadang kualitas sebuah produk menjadi prioritas kedua seorang customer. Sebaliknya, pelayanan yang baik dan ramah menduduki posisi satu tingkat di atasnya. Itu semua diajarkan dalam Islam. Bahwa bukankah ucapan salam dan senyuman juga ibadah yang membawa berkah? Itulah rumus yang diaplikasikan oleh Mak Tin, seorang ibu sederhana penjual jajan yang tidak pernah melupakan salam dan hamdalah dalam keseharian bisnis kecilnya.

Sebenarnya, bukan karena keramahan dan kesupelannya saja yang mendorong orang-orang di kampung kami untuk membeli dagangannya. Kelebihan lain yang dimiliki ibu satu anak ini adalah keterampilan mengajari Al-Qur'an. Dibandingkan dengan kami, orang-orang kebanyakan, Mbak Tin beruntung dalam masalah ini. Makanya orang-orang di kampung mempercayakan anak-anak mereka untuk diajar membaca Al-Qur'an oleh Mbak Tin.

Setiap sore, lepas maghrib, Mbak Tin mengajari anak-anak membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kadang di surau, tidak jarang di rumahnya sendiri. Dengan fasilitas bentangan tikar yang sudah kusam, anak-anak duduk di lantai, mendengarkan: Alif, ba, ta, tsa… begitulah seterusnya. Proses belajar mengajar di 'forum' yang jauh dari sentuhan konsep para ahli pendidikan maupun sarana teknologi canggih ini berlangsung terus-menerus.

Buahnya, kita tidak pernah menyangka, bahwa perubahan moral kerohanian yang dihasilkan dari sumbangsih perempuan penjual jajan ini bisa saja lebih besar ketimbang itu semua. Anak-anak kampung yang kini sudah besar dan 'bertebaran' di bumi Allah, secara tidak langsung telah menikmati dan mengamalkan sebagian 'ajarannya'. Karena jasa Mbak Tin mereka pandai membaca Al-Qur'an, sekalipun kini ada yang duduk di IAIN.

Sementara banyak anak didiknya yang tinggal di rumah-rumah yang layak, guru 'madarasah' kecil ini tetap istiqomah di gubug yang sudah hampir ambruk.

Selama bertahun-tahun, Mbak Tin telah memanfaatkan 'madarasah' ala kadarnya guna melestarikan 'Kalam Ilahi' dalam benak calon-calon generasi mendatang. Selama itu pula, sayangnya, orang-orang di perkampungan kami tidak ada yang tergerak untuk memberikan uluran tangannya guna memperbaiki 'madarasah' nya. Hingga suatu hari, atas inisiatifnya sendiri, Mbak Tin berkunjung ke rumah Pak Ahmad, seorang pedagang barang-barang bangunan di sudut jalan yang dikenal sebagai satu-satunya orang pemelihara masjid di lingkungan kami.

"Pak Haji!" katanya. "Ini saya serahkan uang tabungan saya bertahun-tahun, sepuluh juta rupiah, saya minta bantuan Bapak untuk menggunakan uang ini buat memperbaiki rumah saya yang sudah reyot!"

Mendengar permohonannya, Pak Haji Ahmad baru tersentuh. Sadar bahwa selama ini beliau merasa kurang perhatian terhadap kebutuhan Guru Mengaji ini.

"Baiklah!" jawab Pak Ahmad.

Hari itu juga, Pak Ahmad memulai kalkulasi bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan. Permintaan Mbak Tin yang semula hanya memperbaiki bagian rumah yang rusak, oleh Pak Haji bangunan dirobohkan secara keseluruhan. Kemudian dibangunnya rumah baru. Kelebihan dana yang dikeluarkan untuk mendirikan bangunan baru tersebut seluruhnya dipikul oleh Pak Haji. Subhanallah. Rumah Mbak Tin yang semula terjelek di perkampungan itu, kini nampak cantik sekali. Bahkan paling baik kondisinya dibandingkan rumah-rumah di sebelahnya.

"Mbak Tin tidak usah memikirkan berapa sisa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bangunan ini. Saya ikhlas!" Kata Pak Ahmad suatu hari ketika Mbak Tin menanyakan jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki rumahnya. Mbak Tin sadar, bahwa uang yang diserahkan Pak Ahmad, jauh dari cukup untuk merampungkannya.

Tidak haya sampai di situ kebahagiaan yang dialami Mbak Tin. Selama bertahun-tahun mengajar anak-anak mengaji, ternyata ada pula seseorang yang memperhatikan dari 'jauh'. Seorang dermawan yag ingin agar ustadzah ini berkesempatan melihat Baitullah dari dekat. Rumah Allah. Tempat ibadah yang didambakan semua umat Islam.

Betapa bersyukurnya Mbak Tin mendengar berita ini. Mungkin ia berpikir, mana mungkin seorang penjual jajan pasar mampu membiayai perjalanan ke Masjidil Haram. Seumur hidup pun kalau dia mau menabung, di jaman sekarang ini, tidak bakal tertutupi biayanya. Apalagi kebutuhan terhadap kondisi rumahnya juga membutuhkan penanganan segera.

Namun di tengah segala kesulitan yang dialaminya, rupanya Allah SWT memberikan kemudahan. Tidak ada orang yang akan pernah menyangka bahwa Mbak Tin bakal berkunjung ke Mekah. Melaksanakan ibadah umroh.

Hari ini, tanggal dua puluh enam April, tahun dua ribu lima, Guru Mengaji di kampung kami, Mbak Tin, berkemas-kemas menuju bandara. Puluhan orang, termasuk bekas anak-anak didiknya, memadati rumahnya. Sebagian besar mereka meneteskan air mata, terharu mengingat besarnya jasa perempuan penjaja pisang goreng itu selama ini. Mengingat betapa Allah Mahabijaksana, memberangkatkan kaum papa seperti dia.

Bertahun-tahun sudah dia baktikan hidupnya untuk sebuah kepentingan yang jarang dilirik orang sebagai suatu prestasi. Apalagi sebuah karir!

Hari ini, Allah SWT telah melengkapi kebahagianya.
Selamat menempuh perjalanan ke Baitullah Mbak Tin!

Syaifoel Hardy



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kisah Selebriti

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Seringnya membaca salawat, salam, dan pujian-pujian dengan tulus ikhlas setidak-tidaknya seusai salat lima waktu yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, kadang dalam waktu yang singkat seseorang merasa dirinya kelimpahan taufiq, hidayah, kenikmatan, mimpi bahkan tanpa disadari merasa bertemu dan berdialog langsung dengan Rasulullah SAW. Ternyata hal itu dialami langsung oleh artis Hj. Astri Ivo, 37 ketika menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2000. Dan baru menyadari Nabi Muhammad SAW. telah wafat saat ia ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.
Pengalaman spiritual itu juga bermula karena kerinduan Astri Ivo kepada Nabi Muhammad SAW, setelah sejak kecil ia banyak membaca sejarah perjuangan Nabi dari menaklukkan orang-orang kafir musyrik di Makkah sampai hijrahnya ke Madinah serta kemenangan Muhammad dalam menegakkan Islam kembali di Makkah (fathu makkah). Tentu saja, sebagai seorang perempuan dan ibu, Astri Ivo tidak luput memperhatikan sejarah Rasulullah membangun sebuah keluarga bersama istri dan anak-anaknya dalam situasi perang melawan orang-orang kafir itu; di mana ketabahan, kesabaran, tegarnya Nabi dan kuatnya iman kepada Allah yang tidak tergoyahkan, menjadikan Astri Ivo semakin rindu melihat Nabi Muhammad dari dekat, yaitu dengan beribadah haji.Padahal waktu itu ibu tiga anak (Kevin 10 tahun, Astrio 6 tahun, dan Ridho 5 tahun) kelahiran Jakarta, 21 September 1964 itu baru mempunyai momongan ketiga berusia dua tahun (Ridho), dan memang sulit untuk meninggalkan sang buah hati yang masih sangat membutuhkan kasih sayang ibunya. Tapi suaminya (Daryola) bilang tidak masalah haji sendirian dan suami bisa mengurus anak-anak. Karuan saja Astri Ivo sejak mendaftar sudah manangis antara membayangkan beratnya meninggalkan keluarga dan kerinduannya kepada Rasulullah SAW.Ternyata sesampai di Madinah, lalu ziarah ke Masjid Nabawi, Roudloh, dan saat berada di Mudzalifah, Astri Ivo tanpa sadar merasa melihat dirinya berada di tengah-tengah para sahabat dan menyaksikan Nabi Muhammad SAW masih hidup dan berada di tengah-tengah jamaah haji serta mengajarkan akhlak agama pada para sahabat. Namun, kesaksiannya dalam melihat Nabi mengajarkan agama pada para sahabat tersebut diakui Astri tidak bisa digambarkan dengan apapun. “Yang pasti dalam penglihatanku beliau adalah Nabi Muhammad SAW, sehingga kerinduanku pada Nabi terwujud, dan baru menyadari Nabi Muhammad sudah wafat ketika berziarah ke makam Nabi,”tutur Astri Ivo pada Sufi di sela-sela diskusi “Haji Bersama Rasulullah SAW” yang diselenggarakan Pusat Informasi Thariqat Indonesia-Yayasan Mahasinul Akhlak di Jakarta (3/9/2003), bersama Mursyid Tarekat Akmaliyah KH. Hizbul Wathani. Kemahadahsyatan puncak spiritual yang dialami artis berpendidikan terakhir FHN (diploma) pada jurusan Manajemen Perusahaan di Universitas Berlin, Jerman itu juga dirasakannya ketika menginjakkan kaki di Makkatul Mukarromah. Begitu menyaksikan Ka’bah, puncak kenikmatan spiritual itu tak lagi bisa digambarkan dengan kata-kata. Yang dirasa Astri Ivo; kerinduannya kepada Allah dan Nabi Muhammad benar-benar merupakan sesuatu yang sempurna yang tidak pernah dialami sebelumnya. Kata Astri Ivo,“Pokoknya sangat dahsyat dan indah, bercampur antara kerinduan, kenikmatan spiritual, keagungan Allah, kemuliaan Nabi Muhammah SAW dan kebesaran Makkatul Mukarromah.”Kekagumannya terhadap kebesaran Ka’bah, juga ia rasakan saat menyaksikan jamaah ibadah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia, ternyata menggunakan pakaian yang sama putih, bahasa sama-sama bahasa Al-Quran dan satu gerak ke arah kiblat Ka’bah. Astri Ivo membayangkan situasi itu seperti pada Hari Kebangkitan Manusia dari Kubur. “Ibarat gladi resik di Padang Mahsyar. Dan pada dasarnya manusia adalah sama di hadapan Allah, yang membedakannya hanya takwanya,”katanya meyakinkan.Bukankah perasaan bisa melihat Nabi itu karena Anda berdarah Arab? “Tidak,”jawabnya. Karena ayahnya almarhum berasal dari Padang (Rusli Abdullah), dan ibunya (Ivo Nila Krisna) berasal dari Aceh. Ia juga mengaku tidak mengikuti tarekat tertentu. Setelah menyaksikan Nabi Muhammad Saw masih hidup tersebut membuatnya hanya makin tekun belajar agama seminggu empat (4) kali ke Ustadz Drs. H. Umay Maryunani Ja’far Shiddiq, SQ (alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran-PTIQ Jakarta,red), dll,. Dari belajar memahami Al-Quran dan hadis, salat, ibadah, perkawinan, waris, akhlak, hukum Islam, kehidupan dunia dan akhirat dan sebagainya dengan harapan hanya beraharap ridlo Allah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.Mantan artis cantik ini kini selalu tampil berkerudung nan anggun. Tidak lagi sibuk sebagai penyanyi maupun artis film. Melainkan lebih banyak menjadi moderator atau presenter dan menjadi pembicara masalah-masalah agama dan keluarga, masalah perempuan, kecantikan, busana muslim, dan sebagainya di Jakarta. Dan kini yang menjadi obsesinya adalah agar keluarganya seperti keluarga Rasulullah SAW. Apalagi di tengah-tengah kehidupan Jakarta yang penuh kemaksiatan saat ini, Astri Ivo mencoba untuk tetap konsisten pada ajaran Allah dan Rasul-Nya dengan akhlak mulia dan beramal saleh kepada sesama umat manusia. “Toh, implementasi dari ibadah haji itu sendiri sesungguhnya agar kita bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia serta berbuat amal saleh kepada sesama umat manusia. Apalagi masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan belum memahami ajaran agama secara baik dan benar, itulah sesungguhnya yang merupakan tantangan kita. Oleh sebab itu haji diwajibkan sekali, dan selebihnya kita harus berbuat banyak untuk umat manusia sebagai wujud nyata dari hablum minallah wahablum minannas,” ujar Astri Ivo yang mengakui komitmen beragama itu sangat positif bagi kehidupan keluarga dan anak-anaknya yang kini sudah menginjak remaja.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Raudhah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh-Oleh Ratih Sanggarwati

Senin, 18 Juli 2005“O… begini toh mbak, yang dibilang orang?” Tanya mbak Tati salah satu jemaah umroh NooR-Balda sambil mengusap air matanya.
“Apanya yang begini mbak Tati?, tanya saya juga sambil menyeka airmata.“Iya… orang yang sudah pernah umroh bilang, kalau ke Raudhah, berebutan, berdesak-desakan, saling injak dan susah melakukan shalat dua rakaat.”“Ya, karena semua pecinta Rasulullah ingin mencapai barisan terdepan di Raudhah mbak.”“Padahal kan Raudhah itu cukup luas, ya.”“Kok mbak Tati tahu…”.“Saya baca sejarah masjid Nabawi yang diberikan majalah NooR, mbak”.Sebuah attitude yang baik dari karyawati Bank Rakyat Indonesia ini, sebelum ziarah dan beribadah di masjid Nabawi, maka tulisan yang ada tentang masjid tersebut dibaca tuntas agar paham betul tiap sudut dari masjid Nabawi.“Yang saya bingung mbak… Raudhah luas, tapi semua berlomba mengambil tempat terdepa, ” sahut mbak Riza hampir berbarengan dengan mbak Feri.“Sebenarnya bisa saja kita shalat di belakang, selama kita berada di karpet hijau keabuan itu sudah Raudhah, tetapi agak susah menunaikan shalat di belakang karena arus jemaah yang luar biasa…”“Iya juga ya, mbak… kalau tidak ada yang membentengi, pasti ke injak …,”suara mbak Tati terasa sangat khawatir.“Betul, mbak…,”saya membenarkan apa yang menjadi kekhawatiran mbak Tati.Kami menyusuri jalan keluar dari Raudhah, kemegahan Nabawi sempat membuat Pak Muhammad Farid jemaah dari LPRS merasakan disorientasi. Bayangan Pak Farid masjid Nabawi masih seperti dalam cerita-cerita tentang Rasulullah, setidaknya ada bagian yang mengesankan dan mengingatkan zaman hijrah itu. Sesampai di luar sedikit dari Raudhah kami duduk kembali di karpet merah bershalawat sambil tidak henti-hentinya memandangi makam dan mihrab Rasulullah dari kejauhan.“Saya sedih, mbak…,” bisik mbak Tati.“Saya juga terharu, mbak…,”jawab saya juga berbisik.Kami terdiam kembali sambil menyeka airmata dan terus bershalawat kepada Rasulullah sang pujaan.“Apa keluarnya airmata ini juga haram, mbak?” bisik mbak Riza di sebelah kiri saya.Saya jadi ingat sebelum pintu pagar Raudhah dibuka ada Asykar perempuan yang menjelaskan dalam bahasa Arab tentang makam Rasulullah dan letak Raudhah, serta tata tertib menziarahi Beliau. Ketika ada kata-kata haram dari Asykar, saya bertanya pada salah satu jamaah Arab yang mengerti bahasa Inggris, katanya tidak boleh menangis ketika berziarah. “Saya rasa tidak ya, mbak Riza. Isakan dan tetesan air mata ini keluar karena kerinduan yang dalam, kan kita tidak menagis meraung-raung,” jawab saya sambil mereka-reka. Mungkin yang dibilang haram oleh Asykar adalah yang tangisnya sampai meraung-raung. Kami beranjak lagi untuk keluar dan menjauhi Raudhah.“Kenapa harus tersiksa ya, mbak, untuk ke Raudhah?” mbak Feri memecah kebisuan kami. “Tersiksa bagaimana, mbak Feri?”“Ya, seperti kata mbak tadi harus berebutan, berdesakan bahkan ada yang terinjak.”“Oh… Ya mungkin, karena waktu yang terbatas dibukanya Raudhah untuk jamaah perempuan. Sedangkan yang ingin berziarah, banyak sekali…”“Iya, ya mbak…tapi kan harusnya bisa teratur rapi. Masuk sepuluh-sepuluh bergantian.”“Ya, susah barangkali kalau seperti itu. Karena gelombang cinta dan rindu pada Rasulullah kadang-kadang tidak dapat menembus batas nalar seseorang. Apalagi hanya dengan peraturan-peraturan yang dibuat oleh manusia, misalnya masuk bergiliran seperti usul mbak Riza”.Saya berhenti dulu sebelum pintu keluar masjid Nabawi, untuk minum air Zam-Zam yang dialirkan dari Mekkah ke Madinah oleh Pemerintah Saudi Arabia.Ya Alhamdulillah, mereka masih memfasilitasi para pencinta Rasulullah dalam berziarah dan menyusuri tapak-tapak perjuangannya…
from : http://www.noor.co.id/detail.asp?aid=1307&l=1&cid=7
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sa'i

Setelah Thawaf itu kita menuju Shofa dan Marwah, kita melalui bukit tsb dengan lari-lari kecil.
Ditempat ini, tidak kalah serunya (*seru banget*) sehingga menimbulkan kepasrahan yang teramat dalam,
terhimpit diantara ribuan manusia, diseruduk, diinjak kakinya hingga keserimpet, kejongkrok dll, ....
harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan keridhoan yang luar biasa.

Sesampai di bukit Shofa, aku ikutan naik bukit bersama temanku yang sepasang suami istri
(kali ini suami istri tsb adalah anggota Polisi, yang sangat amat berani).
Duh... terlalu nekat kalo aku bilang,
terlalu berani sekali sehingga bisa jadi setelah mengikuti
badan kita jadi pegel-pegel dan suakit semua. Mau tau rasanya ??

Ya seperti dipijit Allah swt, dari kiri-kanan, depan-belakang. Diambil hikmahnya aja ;-))

Kepanikan jelas saja terjadi, jangankan hanya seorang debu kecil ini. Orang Seperkasa POHON pun, akan merasa panik jika berdesakan dengan ribuan orang, karena ini merupakan ENERGI yang sangat dasyat dapat merobohkan POHON tsb.

HANYA KUASANYA .. kita tetap bisa menjalankan periode apa-apa yang harus kita kerjakan, sebagai bentuk ketahanan MENTAL, SPIRITUAL dan MOTIVASI yang kuat untuk menjalankan IBADAH HAJI ini...

Manusia bukan mesin, yang memiliki SETIR dan REM, ketika hendak NABRAK, direm aja bisa berhenti...
Tapi.. Manusia...
yang ketika NABRAK ya NABRAK aja,
tidak bisa dihentikan.
Tergantung ARUS yang menimpa,
Jika Arusnya kecil tidak jadi masalah.
Kalo pada musim haji ARUS nya sangat BESAR sekali...
karena itu latihan fisik sangat diperlukan dan juga
kesehatan pRima harus dan MUTLAK menjadi BEKAL bagi kita.

Bekal yang lain, SEPATU yang kita pakai harus KUAT.
Kalo gak kuat, akan menyusahkan diri sendiri...
gak papa beli MAHAL yang penting ENJOY

Tidak hanya terjadi didalam Masjid,
melalui jalan menuju ke Apartemenpun demikian.
Jarak tak kurang dari 1 Km kadang harus ditempuh 1 Jam lebih,
Jika suasana tenang mungkin hanya 30 menit saja.

Demikian pula halnya ketika berada di bukit Arafah
Juga pada saat untuk Lempar Jumrah, kita membutuhkan waktu sekitar 3 Jam.
Full Jalan Kaki terus.

Kalo jalan lengang mungkin hanya memakan kurang lebih waktu 1.5 jam.
Latihan Jalan... kalo gak gitu kaki akan njarem semua.
Njarem ?? Ya itung-itung dikasih obat alami ama Gusti Allah,
mudah2an dengan cara itu dapat membersihkan kotoran dan penyakit yang ada pada manusia.

Kalo gak gitu, kaki udah KEMENG banget dan ndak sanggup harus jalan terus sehingga harus harus ada vitamin UNTO (*hehe.... multivitamin berwarna coklat itu beli diapotik sana ukurannya buesar-buesar sehingga temen2 menyebut sebagai vitamine UNTO).

Masih ingat ketika kita Refleksi / Pijat pasti ya kaki kita seperti Disakiti ;-)
ini disakiti secara alami, Waras..sembuh... semua penyakit hilang, Insya Allah atas Ijinnya...
Penyakit hati, suka iri, suka dengki, suka tidak puas, suka mengeluh, suka kecewa, tamak, riak, sombong
diObati Gusti Allah.. Gusti kang Maha Agung...

(be continue)

The First Umroh

Kakbah...
Duh... aku merasa sangat kehilangan nyali begitu melihat desakan beribu-ribu manusia.
Mereka sangat penuh sekali, Mereka Histeris, berlari, menyeruduk, apa yang ada didepan mereka untuk bisa menuju KAKBAH, SEGERA !!!.

diriku yang sangat kecil ini, diriku bak debu tak berdaya, diriku... duh.. bagaimana ini...

Aku ingin..aku ingin ya Allah, SEGERA melakukan Thawaf ini....

Tapi... duch.. aku sangat Takut sekali...
aku tidak bisa berenang..
mana mungkin aku bisa menuju kesana ????

KAKBAH
yang ada di Tengah-tengah itu ???

Nunggu Sepi ???

Tapi...
Tidak pernah Sepi.. Kakbah tidak pernah Sepi !!! Ingat Itu....
Duh Gusti.. Terus... gimana ini ...

ditengah kebingunganku, aku menuangkan air zam-zam didalam botol kosong air mineralku
Segudang pikiran muncul, sehingga aku ketinggalan dari rombonganku...
Duh... gimana nih........

Tekad Bulat Muncul... Bismillahirrohmanirrohim....
Aku injakkkan kaki ke tepi lautan manusia itu, aku menginjakan kakiku di tangga-tangga menuju kedalaman
dan WWWWEEETTTT... mengagetkan diriku, lalu.. istigfar... takbir...tahmid... memohon Perlindungan Allah swt...
Doa Sapu Jagad




Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).


aku mulai ucapkan selangkah..dua langkah... dan terus berdoa sesuai dengan tuntunan Thawaf...

Energi apakah itu...WWWWEEEETT menyetrum diriku, memompakan keberanian dan
SETRUM ALAM......
Misterius..
dan aku baru merasakannya dalam seumur hidupku...
dan... setelah di setrum itu, kita jadi ingat terus... mengukir sejarah hidupku....

Terus kumerangkak, dan ikut berputar sampai dengan tujuh kali nanti,
serta kuucap segudang permohonan
Allah..Allah.. lindungi aku... tak pernah henti-hentinya keluar dari ucapanku..

Jam menunjukkan pukul 23:30 malam, hampir dinihari...
aku terhimpit diantara Ribuan Manusia...dan aku sulit sekali untuk bergerak...

Mukjizat..Mukjizat...Mukjizat.... Allah Berikan KEKUATAN pada Hambamu yang Kecil ini...

Dan.... Ibu...Ibu... Saya Ikut..... (begitu teriakku kepada sepasang suami istri yang menggunakan hasduk Hijau).

Aku belon pernah mengenal sebelumnya pasangan itu, meski mereka adalah satu Kloter dengan rombongan saya.

Namun.... pasangan itu begitu perhatian padaku.....
Pegang Mukena ini Nak.... begitu seru ibu tsb....

dan Pasangan tsb MERANJAK semakin lama semakin kedalam dan semakin kedalam LAUTAN manusia menuju dinding KAKBAH...

Aduh...
aku semakin Takut.... dan sangat sulit menjaga keseimbangan... Sulit sekali... sehingga aku memutuskan lebih baik
berjalan sendiri karena peganganku kurang kuat, maka aku terlepas dan memutuskan untuk berjalan sendiri...

Sepasang suami istri itu kehilangan aku...
dan ternyata... Allah..Allah..Allah... Subhanallah.. Sepasang suami istri itu mencariku ditengah kerumuman manusia itu...
Aku menyadari betapa BESAR kasih sayang yang telah diberikan kepada sepasang suami istri tsb, sehingga RELA menghabiskan waktunya untuk mencariku...Sangat Sulit... Sulit untuk mencari diantara orang sebanyak itu....
padahal mereka TIDAK MENGENAL KU sebelumnya, dan AKU JUGA TIDAK MENGENAL MEREKA sebelumnya...
Hidup adalah rentetan dari Mukjizat (adalah semakin meyakinkanku), Allahu Akbar !!

Allah swt... menemukan lagi,
mengumpulkan kita lagi..
dan saya bersama lagi sepasang suami istri yang baik budi itu...
untuk melanjutkan Thawafku

Saya digeret lagi mengikuti arus manusia itu menuju jarak yang SANGAT DEKAT sekali
dengan KAKBAH...Namun
aku tidak bisa MENYENTUHnya..
yah... ikhlas... mungkin suatu saat,
suatu saat mudah2an Allah swt memberikan karuniaNya kepadaku untuk bisa
MENYENTUH dinding Kakbah...
(bukankah ini masih UMROH, masih sekitar 1 bulan lagi aku berada di Mekkah, pikirku).

The First Thawaf menghabiskan waktu 4 Jam,
Alhamdulillah Jam 2:00 dinihari, Thawaf Selamat Datang Thawaf Qudum dikota Mekkah mengukir sejarah hidupku.

(Be Continue)

Bagaimana ?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ketika Anda baru mengenal seseorang, dan seseorang itu betul2 anda butuhkan
dan seseorang itu ternyata muslim. Bagaimana perasaan saudara ?
seneng, tentram, walapun wajahnya galak tapi kalo orang tsb sholat, pasti
hatinya adem, dan pasti ramah terhadap sesama muslim. Kalaupun galak Insya
Allah gak galak2 banget 'n mudah bersaudara.

Demikian pula halnya, kalo kita ketemu orang yang menggunakan Jilbab,
pasti ati kita jadi adem, pasti muslim nih, dia sodara kita dan juga pasti
sholat dan mengenal Allah swt..

Kalau cewek mudah dikenali dengan jilbabnya, pasti Islam.
Lah kalo cowok gimana yach ?
Pengalaman saya, ketika saya survey mencari rumah, dan ketika saya tahu
pemilik developernya itu adalah Haji dan Hajjah, hati saya menjadi tentram.
Meskipun saya tidak jadi mengambil rumah tsb, tidak ada masalah

Katakanlah, kita sedang bekerja sama dengan seseorang, dan orang tsb baru
kita kenal.
Dan ternyata hati kita akan berubah suasana, ketika tahu orang tsb haji.

Dan makna yang lain, ketika calon mertuanya haji, maka pihak keluarga yang
lain
yang mau mantu, akan senang sekali, karna tidak perlu melakukan cross check
tingkah laku polah tingkah dari budaya keluarga tsb.

haji memiliki makna yang sangat banyak dan penting, membawa kedamaian bagi
segenap hati, yang melihat, mendengar dan bersama dengannya.
Kami sekeluarga kadang lupa kalau kami bergelar haji, atau kami lupa kalo
kami mempunyai
gelar-gelar yang lain, dan gelar itu tidak kami pakai, karena kami
sekeluarga menanamkan
low profile, namun tetangga-tetangga merasa memiliki kami, memiliki kami
sebagai seorang haji
dan pernah menjadi tamu Allah swt. Sehingga kalo bikin undangan mereka
menyertakan H. didepan
nama sebagai bentuk penghormatan.

Haji adalah identitias bahwa kita pernah menaungi OPSPEK yang
diselenggarakan
oleh panitia besar para malaikat beserta BoSs Tertinggi Allah swt....dengan
peserta
Umat Muslimin diseluruh dunia..Kaffah menjalankan rukun Islam.

sedangkan pertanyaan kedua, menurut saya jawaban prioritasnya Berbuat
Kebaikan
karena orang itu kalo sudah terkontaminasi dengan fitnah, maka susah... udah
kecampuran syaiton2 yang terkutuk. Sekuat tenaga kita bilang benar tetap
Salah. Karena itu fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Situs Sejarah akan lenyap ?

Rumah nabi Muhammad, yang di Mekkah, tidak jauh dari Masjidil Haram.Rumah itu saat ini masih ada, dan digunakan untuk Perpustakaan.Semoga Tidak dilenyapkan, agar kita yang sempat melihat bisa tahubetapa Nabi Junjungan kita Muhammad saw, merupakan sosok yang memang sederhanaseperti yang sering digambarkan pada cerita-cerita perjuangan beliau dalam menegakkan Islam.Saat ini, gunung-gunung, perbukitan di Arab Saudi memang sedang giat-giatnya diratakan dengan tanah.Dan dibangun buat apartemen yang muahal dan buagus-buagus...dengan alat supercanggih, bagaimana mematahkan gunung ? atau mengebor untuk terowonganpengen banget bisa liat ;-)harapannya, jangan sampai dech gurun, perbukitan itu semua lenyapkarena itu merupakan ciri khas kota suci Mekkah,dan teman-teman, mumpung situs sejarah itu belon semuanya lenyap,(*dan kita berdo'a jangan sampai niat buruk kaum kafir terlaksana*)bagi yang sudah mampu beramai-ramai datang kesana untuk melengkapiRukun Islam yang ke 5. Katanya Kalau sudah Mampu, hukumnya WAJIBAlhamdulillah syukur jika memang sudah tahu (Amien)Rukun Islam1. Syahadat2. Sholat3. Puasa4. Zakat5. Haji JIka Mampu mengadakan perjalananke Empat rukun Islam, mungkin sudah kita jalankan semuanya rutin, dan mungkin tidak ada masalah.Sedang yang kelima... Semoga Tercapai segala cita-citanya, AmienTurut mendo'akan..

Mengatasi Perbedaan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sampaikanlah walau satu ayat!!
Sampaikanlah walau satu ayat!!

sepenggal lagu indah itu, dari mutiara hadist
saya dengar dari Lomba Da'i di TPI

mengingatkan kita bahwa kita harus selalu (continue) belajar dan menyampaikan...
Trus bagaimana cara menyampaikan sesuatu itu yang baik yach...bahkan indah dan adeeemm buanget gitu looo
hehe... pengen belajar dan belajar terus...

Karena itu kalo ada yang nanya-nanya kenapa sih Asti koq Haji-Haji dan Haji.. hehe..gapapa kt sedang latihan diskusi, ada tanya jawab, dengan senang hati..asti membuka pintu lebar-lebar....

Asti identik dengan Serial Haji berikut adalah keterangannya... JRENG..JRENG.... JRENG
dengan Latar belakang, tujuan serta batasan masalahnya adalah
wuii....kaya TA aja yach ;-))

Pada saat saya akan beribadah haji pada tahun 2004 lalu, artikel mengenai kisah-kisah perjalanan haji itu
masih minim sekali, saya juga tidak tahu banyak cerita-cerita disana (Mekkah Medinah),
walaupun (*maaf dan mohon ampun pada Allah swt, bahwa saya tidak bermaksud riya (*takut euy*)
keluarga Besar Ibu dan Bapak hampir semua HAJI, namun ya itu..saya tidak banyak mendapatkan info-info.

Mungkin karena dosen yah..
keingin tahuannya kepengennya banyak, dan penjelasan yang memuaskan.
Selama sebelum haji ini belum ada penjelasan yang bener2 real gitu low...hehe..
dan baru merasakan makna yang sebenarnya ketika menginjakkan kaki didepan Ka'bah

Sehingga mungkin saya berharap
penjelasan yang saya sampaikan bisa sedikit memberikan Gambaran.
Dan Insya Allah semoga menyenangkan hati bapak dan ibu sekalian...
seperti halnya, saya juga sangat senaaaangg sekali kalo membaca tentang perihal serial Haji
sebelum dan sampai saat ini.
Dan samasekali saya tidak bermaksud memaksa untuk membaca artikel saya ini low...
karena saya hanya menyalurkan hobby share of the world.
Dan segala sesuatunya saya kembalikan kepada Allah swt...
saya merasa senang dan tentram dengan share apa yang saya lakukan dan bisa menjadi obat.
Obat energi positif yang mengalir keseluruh penjuru aliran darah saya menuju otak, jantung dan terus mengalir sesuai dengan jalur, aliran pembuluh darah, apa yang sudah diprosedurkan oleh Allah swt...
rasanya sejuukkk sekali... percaya gak ?
Believe or Not ;-)))

~~~~~~ Mengatasi Perbedaan pada saat Ibadah Haji ~~~~~~~~
Pada saat beribadah haji, kadangkala kita juga menemukan perbedaan-perbedaan yang mungkin timbul pada saat
kita melihat tatacara orang lain dala beribadah, dari negara lain, bahkan dari sesama negeri ini.
Banyak hal...banyak sekali yang berbeda...

Misalnya... 3 aja yach...
- Muslimah dari Afrika kalo sholat kakinya terlihat, dia tidak mengenakan mukena tapi menggunakan baju yang berwarna-warni. Badannya berperawakan BESAR, Warna-warni itu sangat mencolok sekali, krn muslimah indonesia selalu menggunakan mukena dengan warna putih...
Yang saya maksud kakinya terlihat disini adalah bagian alas kaki kita yang bawah sendiri itu kan warnanya putih. Itukan wajib ditutup juga kalo sholat bagi muslimah. Tapi orang afrika ini terbuka, namun dikelir hitam atau merah (*bahan sebangsa daun pacar*)

- Pada saat perjalanan umroh, kita tidak diperkenankan untuk melepas penutup aurat, misalnya kaos kaki ditempat umum, khawatirnya kelihatan kaum laki-laki apalagi yang bukan muhrimnya. Walaupun Wudhu harus tetap dipake !!

- Pada saat umroh, tidak diperkenankan menggunakan masker (Penutup Hidung + Mulut untuk penahan angin, cuaca dan virus influensa).

Dengan adanya larangan dalam beribadah UMRAH tsb, ternyata ada jamaah yang menggunakan Masker
Kadang, kita melihat ada jamaah yang mengunakan masker, atau gak pake kaos kaki alias
melepas kaos kaki pada saat ambil wudhu, apakah yang bapak ibu lakukan dan katakan pada mereka ???

Apakah mereka ini melanggar ????
kalo kita tidak hati-hati dalam bersikap maka, kita gak sabar untuk segera
memberi tahu kepada mereka bahwa HAL ini adalah PELANGGARAN !!!!

mendengar kalimat MELANGGAR !! adalah hal yang sangat sensitif sekali dan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita
inginkan dan merusak nilai ibadah kita. (Naudzubillahimindzalik)

1. Bisa jadi karena mereka lupa (* lupa adalah masalah kodrati manusia *)
2. Namun bisa jadi tidak mendapatkan pengarahan sebelumnya, atau hal ini diperbolehkan oleh katakanlah gurunya...
Hayoo..siapa yang berani ngasih tahu kalo muslimah afrika itu melanggar ?? Anda bisa-bisa di HAJAR sama suaminya atau muhrim yang beserta mereka, mereka ini kompak-kompak buanget-nget..selalu berkelompok dan setia kawan.

Untuk poin pertama, mengatasi lupa, dan sadar kalo hal ini pelanggaran, biasanya mereka ikhlas membayar DAM (Denda), namun bagaimana dengan point kedua?? Crash ??

Kalo kita memberikan peringatan dengan mengatakan bu tidak boleh kalo... dst..harusnya...dst...
wah bisa-bisa menimbulkan pertikaian, dan syaitan adalah musuh yang nyata !!

Hal ini bisa merusak ibadah Haji, kemabruran Haji dan astaqfirullah ditanah suci tidak boleh eker-ekeran, padu, sedangkan kondisinya amat sangat memungkinkan. Trus...Trus... gimana dunk...

sekarang
Anda masih punya sifat pemarah ??
Anda masih sering Emosi ??

Mari mulai dari sekarang, kita belajar mengendalikan diri kita, segala kebenaran ada baiknya kita sampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa menyinggung perasaan apalagi gontok-gontokan, malu euy... apalagi sedang menghadap dan menjadi Tamu Allah swt koq.....malu sama malaikat yang jumlahnya ribuan bahkan mungkin lebih dari yang kita perkirakan, yang siap untuk menghantarkan setiap lantunan doa yang kita panjatkan atau segala tingkah laku, polah, tingkah kita
LANGSUNG dilaporkan ke atasan mereka yaitu Allah swt!!

Salah satu sifat penting dari orang-orang yang beriman adalah, terhadap apa pun yang terjadi, mereka selalu berkeseimbangan dan tidak berlebihan, dan tidak pernah meninggalkan kerendahan hati, pengendalian diri, dan tenggang rasa.

Tanggung jawab yang dirasakan oleh orang beriman harus mereka penuhi, memerintahkan mereka untuk bersikap baik terhadap sesama dan menghindari perpecahan.

Inilah tanggung jawab yang harus dipenuhi dengan menjelaskan akhlaq agama kepada masyarakat

Dalam pemenuhan kewajiban ini, orang-orang beriman mengetahui bahwa kewajiban mereka hanyalah menyampaikan kebenaran dan menunjukkan kepada manusia jalan yang benar.

Dia tidak memaksa orang lain untuk percaya. Seperti yang telah diperintahkan Allah dengan kalimat,

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)," (al-Baqarah [2]: 256) manusia harus disadarkan tanpa keterpaksaan.
Allahlah yang membawa manusia ke jalan yang benar, dengan kata lain, yang menganugerahkan iman pada mereka.
Orang beriman hanyalah berusaha sekuat-kuatnya untuk menjadi alat demi mencapai hal itu.
"Bukanlah kewajibanmu, menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya...." (al-Baqarah [2]: 272)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mohon Maaf lahir dan Bathin pabila ada kalimat yang salah, Mohon diperbaiki yach...
- Copy right by astindonet @ 2005 -

MENYIAPKAN DANA HAJI

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Berguna dan ada manfaatnya, Amien...

Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Majalah Alia
Labaik…. Allahuma labaik....Muslim dari seluruh dunia berbagai ras dan suku bangsa datang bondong-bondong menuju ke satu tempat untuk melakukan ibadah haji. Tak peduli kaya, tak peduli miskin, tak peduli dari mana asalnya dan apa pekerjaannya, semuanya berkumpul di tempat yang sama dengan pakaian yang sama dan melakukan hal yang sama. Sungguh, ibadah haji merupakan ibadah yang spesial untuk ummat Islam.
Sebagian besar jamaah yang pulang dari menjalankan ibadah haji merasakan betapa kerinduan mereka begitu tinggi untuk kembali ke sana. Dan bagi yang belum pernah ke sana, namun sudah memiliki niat yang kuat untuk berangkat haji. Biasanya juga memiliki kerinduan yang tidak kalah besarnya untuk segera berangkat ke sana. Mendengarkan pengalaman para haji dan hajjah saja tidaklah cukup, Kerinduan itu hanya bisa diobati dengan datang langsung dan menjalankan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan setidaknya sekali dalam seumur hidup.
Namun tidak mudah untuk bisa berangkat haji dan menjadi salah satu tamu Allah. Selain persiapan mental dan fisik yang harus prima, biasanya kendala keuangan menjadi penghalang yang utama. Tidak sedikit jamaah haji asal Indonesia berusia senja di atas umur 40 atau 50 tahun, sebagian mungkin berangkat di usia senja karena baru mendapat hidayah untuk segera berangkat haji, namun sebagian lagi terpaksa menunda karena alasan faktor biaya.
Mumpung masih muda, mari kita kuatkan niat kita untuk segera berangkat haji ke tanah suci. Biaya bukan kendala kalau memang niat sudah kuat membaja. Tinggal bagaimana kita mengatur strateginya saja, supaya bisa berangkat sesegera mungkin dan menunaikan rukun Islam kelima ini.
Perkiraan Biaya
Memang biaya haji tidaklah kecil, apalagi kalau kita amati dari tahun ke tahun ternyata hampir selalu mengalami kenaikan. Sebelum krismon, pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar masih rendah, biaya naik haji masih dibawah angka 10 juta. Namun setelah krisis moneter menghantam Indonesia dan nilai tukar dollar pun melambung tinggi, biaya perjalanan ibadah haji (bpih) pun melonjak sampai di atas 20 juta untuk setiap jamaah.
Kalau kita hitung dengan nilai rupiah, BPIH memang melonjak jauh. Karena sebagian besar komponen biaya memang dikeluarkan di luar negeri yang menggunakan mata uang dollar sebagai standar. Ketika nilai tukar rupiah melemah, maka biayanya menjadi bertambah mahal lagi.
Tentu saja fluktuasi harga ini akan menyulitkan untuk melakukan perkiraan berapa biayanya beberapa tahun yang akan datang jika kita ingin menyiapkan dananya dari sekarang. Oleh karena itu, dalam merencanakan biaya naik haji, gunakanlah perkiraan harga dalam mata uang dollar atau dalam bentuk logam mulia emas.
Kalau dinilai dalam dollar atau emas, biaya perjalanan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah berkisar antara US$ 2.500 – 3.000 per jamaah, atau sekitar 250 – 300 gram emas murni. Angka inilah yang bisa kita jadikan sebagai target pengumpulan dana untuk naik haji kelak, insya Allah.
Tabungan Haji
Perbankan memiliki sebuah produk yang dikhususkan untuk nasabahnya yang akan segera berangkat ke tanah suci. Produk seperti ini bisa bermacam-macam namanya. Ada sebagian bank yang menamakannya Tabungan Haji Indonesia, ada juga yang menyebutnya Tabungan Arafah atau Tabungan Mabrur.
Apapun namanya produknya, ini adalah produk tabungan yang bersifat khusus yang diselenggarakan oleh bank. Tabungan ini selain berfungsi sebagai sarana menyimpan uang, juga membantu nasabah dalam hal administrasi pendaftaran haji. Karena tabungan ini khusus dirancang untuk membantu nasabah mempersiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan cara mendaftarkan nasabah langsung ke Departemen Agama secara on-line melalui SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).
Jika waktu pendaftaran haji sudah dibuka, bank akan mendaftarkan nasabahnya sebagai calon jamaah haji hingga mendapatkan kepastian untuk berangkat pada musim haji berikutnya. Bahkan sekarang ini, pemerintah hanya menerima pendaftaran haji melalui tabungan haji di bank agar bisa serentak dan membatasi quota.
Kelebihan lain dari tabungan haji ini adalah, bank juga dapat memberikan dana talangan pada nasabah yang ingin naik haji tahun itu tapi memiliki kendala arus kas. Bank bisa menyediakan dana talangan pelunasan BPIH sebelum tanggal akhir pelunasan, tentu saja jika bisa dipastikan bahwa nasabah itu mampu untuk mengembalikan dana talangan tersebut sebelum berangkat.
Karena banyaknya fasilitas tambahan yang diberikan, biasanya bank memberikan bagi hasil yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Bahkan kalau dibandingkan nibah bagi hasil tabungan haji bisa jadi hanya setengah dari nisbah tabungan biasa.
Hal ini biasanya tidak terlalu bermasalah bagi nasabah, karena umumnya niat mereka membuka tabungan haji adalah untuk mendapatkan pelayanan pendaftaran haji, bukan mengharapkan bagi hasil. Yang penting dapat kepastian kursi, bagi hasil kecil tidak masalah. Begitu kira-kira alasan mereka.
Untuk itu, menurut hemat saya, tabungan haji ini tidak efektif jika dimaksudkan sebagai sarana investasi dalam jangka panjang. Produk ini lebih cocok untuk untuk jangka pendek, dengan niat untuk mengumpulkan uang khusus biaya naik haji dan agar tidak terpakai untuk keperluan lain.
Asuransi Haji
Bukan cuma bank yang mengeluarkan produk tabungan khusus untuk ibadah haji, perusahaan asuransi pun tak mau ketinggalan menciptakan produk asuransinya khusus untuk masyarakat yang ingin menyiapkan dana untuk naik haji.
Mekanisme asuransi ini sebetulnya hampir sama dengan asuransi dwiguna lainnya seperti asuransi pensiun atau asuransi pendidikan. Yaitu asuransi yang mengandung unsur proteksi dan investasi. Setiap premi yang dibayarkan sebagian dialokasikan untuk proteksi dan sebagian lagi dialokasikan untuk investasi.
Dengan asuransi haji, kita bisa melakukan penyiapan dana yang lebih terencana dan terjadwal dengan baik. Anda hanya perlu menetapkan target kapan akan naik haji, maka perusahaan asuransi bisa menghitungkan untuk Anda berapa kira-kira setoran yang harus dibayarkan untuk mencapai target tersebut.
Tentunya manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan jugalah yang punya keputusan. Jika terjadi hal diluar rencana seperti kematian misalya, asuransi akan memberikan santunan kepada ahli waris. Selain itu, asuransi juga dapat memberikan biaya penyelenggaraan ibadah haji kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika sang ayah sudah susah payah mengumpulkan sejumlah uang untuk naik haji namun ajal sudah keburu menjemput, maka istrinya atau anaknya bisa menggantikannya berangkat haji.
Emas
Kalau kita lihat orang-orang tua jaman dulu, mereka bisa pergi haji dengan menjual tanah, emas atau hewan ternak mereka. Itulah alat investasi jaman dahulu, benda-benda yang memiliki nilai yang naik atau setidaknya tidak habis dimakan waktu. Dan yang paling efektif biasanya adalah dalam bentuk emas.
Karena emas memiliki nilai yang stabil jika dibandingkan dengan kenaikan harga (inflasi) dan juga stabil jika dibandingkan dengan nilai mata uang asing, maka emas bisa menjadi alat investasi yang efektif untuk menyiapkan dana naik haji. Selain itu, cara menghitungnya juga mudah saja. Bagi saja target emas 2.500 – 3.000 gram dengan jumlah tahun kita akan berangkat haji.
Sebagai contoh adalah ilustrasi berikut. Pak Adi dan Bu Beti berniat untuk bisa naik haji bersama-sama sekitar lima tahun yang akan datang. Pada saat ini keduanya memiliki simpanan emas sebanyak 50 gram. Maka untuk menghitung berapa gram emas yang harus dipersiapkan oleh keduanya adalah sebagai berikut:
Biaya yang diperlukan = 250 gram x 2 = 500 gram emasBiaya yang sudah ada = 50 gram emas -Biaya yang masih perlu disiapkan = 450 gram emas
Tabungan emas = 450 gram = 90 gram/tahun = 7,5 gram/bulan = 5 tahun
Dari perhitungan tersebut terlihat, bahwa kalau Pak Adi dan Ibu Beti ingin naik haji 5 tahun yang akan datang, mereka perlu menabung sebanyak 90 gram emas per tahun atau 7,5 gram setiap bulannya. Kalau itu mereka lakukan dengan rutin, maka pada tahun kelima mereka sudah bisa memiliki 500 gram emas untuk biaya naik haji 2 orang.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan jika menyimpan emas untuk naik haji, bahwa emas simpanan harus dikenakan zakat. Jika simpanan emasnya sudah melebihi 85 gram, maka pak Adi dan Ibu Beti harus membayar zakat sebanyak 2,5% dari jumlah emas yang mereka miliki. Zakat ini harus dibayarkan setiap satu tahun sekali, baik berupa emas ataupun uang yang senilai dengan emas tersebut.
Tapi jangan lupa, berinvestasi emas bukan berarti tidak beresiko. Resiko yang paling besar jika berinvestasi pada emas adalah masalah penyimpanannya. Harus hati-hati sekali menyimpan emas, jangan sampai harta yang sudah dikumpulkan susah payah untuk menjalankan ibadah malah raib digasak perampok. Oleh karena itu, disarankan agar menyimpannya di lemari besi atau safe deposit box yang bisa disewa di bank tertentu.
Atau kalau lebih praktis lagi, kita bisa membeli koin emas ONH di Pegadaian dan menitipkannya disana tanpa harus dibawa pulang. Yang kita bawa pulang hanya surat-suratnya saja sebagai tanda kepemilikan, sedangkan emasnya sendiri dititipkan di Pegadaian. Tentu saja cara ini bisa lebih aman walau harus membayar biaya tambahan untuk penitipan emas tersebut.
Ternyata, ada banyak cara untuk bisa naik haji. Jangan berkilah belum mampu sedangkan haji hanya diwajibkan untuk yang mampu. Tapi mampukanlah diri Anda untuk memenuhi panggilan Allah ke rumah-Nya. Kuatkan niat, sempurnakan ikhtiar, insya Allah naik haji bukan cuma impian lagi.
SalamAhmad GozaliPerencana Keuangan

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ya Nabi..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nabi Muhammad saw itu kasihan banget yach... *baru sadar jika kita menelaah lebih jauh tentang cerita atau sejarah yang memaparkan keberadaan beliau. Katanya beliau adalah kekasih Allah swt, tapi yach itu..kehidupannya sangat 'soro' sekali.. Perjuangan beliau pabila dibandingkan dengan perjuangan orang-orang masa kini.
Mungkin perjuangan yang ada saat ini dalam menegakkan agama Islam..
tak ada seujung kuku yach.. dan juga jari ini menunjuk ke kita.
Aduh.. Gusti.. tidak ada apa-apanya sama sekali.
Ayo teman, apa yang kita perbuat untuk ISLAM, kita dikasih ILMU ama Allah swt..bukan hanya sekedar menjalankan IBADAH rutin aja..
kalau bisa, kita harus berbuat sesuatu demi kemaslahatan UMAT. Bagaimana caranya ?
Mungkin masing2 Insan bisa memiliki jalan/cara tersendiri, namun alangkah baiknya pabila kita selalu share disini sehingga bisa meningkatkan USAHA kita untuk ISLAM. SEMOGA....

Napak tilas, perjalanan Haji adalah salah satu peristiwa untuk memahami betapa perjuangan untuk menegakkan Islam adalah usaha dengan penuh pengorbanan, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Diawal kalimat, kenapa saya bilang kasihan... ya Nabi...
Ketika dirimu diperintahkan oleh Allah swt untuk HIJRAH dari Mekkah ke Madinah.
Perjalanan yang Engkau lalui dengan menggunakan Onta membutuhkan waktu satu bulan.
Engkau makan apa ya.. Nabi ? Berlindung dimana Engkau Ya Nabi.. ?
Ya Nabi..pasti kamu kedinginan dan kepanasan, angin yang berhembus sangat kencang.
Sehingga mata ini menjadi merah, bibir ini menjadi kering dan kerongkongan ini seperti
tersedot keluar udaranya, sangat kering tapi basah.
Ya Nabi..
Engkau bersama sahabat serta ontamu, terus menelusuri padang yang luas...
lokasi pegunungan yang tandus, tak ada tumbuhan sama skali...datar, terjal, naik, turun...
pasti melelahkanmu...
Saat itu pasti Engkau banyak sekali menghadapi rintangan dan halangan,
namun demi umatmu, umat akhir jaman agar bisa memperoleh ISLAM maka
semangat mu begitu BESAR, dan semangat ini menghinggapi para sahabat,
sehingga mereka mengikuti keteladananmu. Hingga saat ini kami yang berada di belahan
samudra lain, dibenua yang lain, ASIA, AFRIKA telah dijelajahi oleh para sahabat dan penerusmu
sehingga Alhamdulillah kita saat ini sudah mendapatkan dan menikmati ISLAM.
Terimakasih ya Nabi....

Ya Nabi..saat ini, kami meneladanimu ya Nabi...
Melalui jalan-jalan perjuanganmu ketika HIJRAH itu
kami berjalan antara Madinah dan Mekkah..
kami menggunakan Bus Ber AC, hanya makan waktu paling lambat 8 jam saja..
kami dapat jatah makanan yang enak,
buah-buahan yang nikmat dan air Jus serta zam-zam...
Kami menikmati pemandangan yang kamu lalui setelah beribu-ribu tahun setelah kau lalui..
kami bisa membayangkan betapa... saat itu kondisi alam seperti apa ya Nabi..
Ya Nabi..kini kami menyadari...
betapa pongahnya kami...
betapa kami tidak mengetahui sebelumnya, apa yang kamu lalui..
pasti ontamu juga akan terseok-seok melakukan perjalanan itu..
Jarak Tempuh 1 bulan (Nabi) : 8 jam (kita saat ini)
Namun ... Oh Nabi.. aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku...
Begitu Mulia..Perjuanganmu...
---**---
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Madinah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Madinah

Masjid Nabawi di Madinah
Madinah atau Madinah Al Munawwarah: مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Disana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa :

"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala 10000x dan Shalat di Masjidil Haram (Mekkah) memiliki pahala 100000x"

Berikut Gambar masjid Nabawi (Masjid Nabi)


Kota ini dewasa ini memiliki penduduk sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam lalu menyebar ke seluruh jazirah Arabia dan lalu ke seluruh dunia.



Letak Geografis
Kota ini berjarak kurang lebih 600 km di sebelah Utara Kota Mekkah. Pada masa lalu memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai Madinah (kurang lebih satu bulan) dengan menggunakan Unta. Sedangkan saat ini dapat ditempuh kurang lebih 6 jam melalui jalan bebas hambatan yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi. Pada masa kekuasaan Usmaniyah Turki, terdapat jalur kereta api yang menghubungkan Madinah dengan Amman (Yordania) serta Damaskus (Syria). yang merupakan bagian dari jalur kereta api Istambul (Turki)-Haifa (Israel) yang dikenal dengan nama Hejaz Railway. Kini jalur itu sudah tidak ada lagi dan stasiun kereta api Madinah dijadikan Museum. Jalur ini dahulu digunakan untuk kelancaran pengangkutan jamaah haji. Saai ini selain menggunakan jalan darat, kota Madinah dapat diakses melalui Udara dengan badara berskala internasional yang terutama digunakan pada musim haji selain bandara king Abdul Aziz di Jeddah

Secara geografis, kota ini datar yang dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun.


Ekonomi
Dari sektor ekonomi, terdapat sektor pertanian dan perkebunan terlebih lebih perkebunan kurma yang sudah dikenal sejak masa lampau, peternakan selayaknya penduduk Arab serta perdagangan ditambah dengan sektor jasa terutama jasa pelayanan para peziarah diantaranya adalah usaha perhotelan dan penginapan.

Nabawi diwaktu Malam (*duch Indahnya*)



Pendidikan
Selain dikenal sebagai kota pusat perkembangan Islam. Madinah juga merupakan pusat dari pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Juga banyak ulama-ulama dan Cendekiawan Islam yang muncul dari Madinah diantaranya adalah Imam Malik. Saat ini di Madinah terdapat berbagai Jami'ah (Universitas) dan perguruan perguruan tinggi Islam lainnya.


Sejarah
Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yastrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebgai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapa tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbununya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak.Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena penghianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir keluar Madinah.

Kini Madinah bersama kota suci Mekkah dibawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang merupakan pelayan kedua kota suci.



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh